Sabtu, 10 Desember 2016

101 HADIST NABI MUHAMMAD SAW TENTANG AKHLAK MULIA

Bismillahirrohmanirrohim,

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh.

Sahabatku yang dirahmati Allah...
Siapakah golongan yang dijamin selamat oleh Rasulullah SAW. Jawabannya adalah ahlussunah wal jama'ah. Banyak sekali golongan kaum muslimin jaman sekarang ini mengaku paling ahlussunah padahal akhlaqnya belum tentu sesuai prinsip ahlussunnah.

Para kaum muslimin pengikut Rasululullah SAW tidak saja lurus keyakinan dan keimanannya tetapi juga lurus dalam perilaku dan perbuatannya. Jangan mengaku ahlussunah jika keimanan dan akhlaq kita kepada Allah SWT dan sesama manusia kurang baik !!. Jika kita merasa diri paling benar jalannya paling sunnah ibadahnya akan tetapi gemar mencela dan memvonis jelek saudaranya, itu adalah termasuk kesombongan. karena menurut Rasulullah saw kesombongan itu adalah menolak kebenaran (ajaran islam) dan meremehkan orang lain (yang ia anggap lebih rendah darinya).

Sombong dan merasa diri paling benar termasuk akhlaq yang tercela dan tidak termasuk akhlaq barisan ahlussunah wal jama'ah. Oleh karena itu jika ingin dijamin selamat masuk surga oleh Rasulullah SAW perbaguslah akhlaqmu setelah kita baguskan / luruskan keimanan kita.
Maka untuk menambah pengetahuan dan keimanan kita khususnya tentang akhlaq mulia kami cantumkan hadits lainnya tentang akhlaq ini.

Begitu besar keutamaan ajaran beliau tentang sunnah akhlaq yang baik ini. Berikut kumpulan hadits rasulullah saw tentang akhlaq mulia :

1. "Paling dekat dengan aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya". (HR. Ar-Ridha)

2. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya seorang Mukmin-karena kebaikan akhlaknya-menyamai derajat orang yang biasa melakukan shaum dan menunaikan shalat malam." (HR Abu Dawud)

3. Dari Abu Ad-Darda' radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

« ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ ﻳُﻮﺿَﻊُ ﻓِﻲ ﺍﻟﻤِﻴﺰَﺍﻥِ ﺃَﺛْﻘَﻞُ ﻣِﻦْ ﺣُﺴْﻦِ ﺍﻟﺨُﻠُﻖِ، ﻭَﺇِﻥَّ ﺻَﺎﺣِﺐَ ﺣُﺴْﻦِ ﺍﻟﺨُﻠُﻖِ ﻟَﻴَﺒْﻠُﻎُ ﺑِﻪِ ﺩَﺭَﺟَﺔَ ﺻَﺎﺣِﺐِ ﺍﻟﺼَّﻮْﻡِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ‏» ‏[ ﺳﻨﻦ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ : ﺻﺤﻴﺢ ]

Tidak ada sesuatu yang diletakkan pada timbangan hari kiamat yang lebih berat daripada akhlak yang mulia, dan sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat. [Sunan Tirmidzi: Sahih]

4. Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat kedudukannya dengan majelisku pada Hari Kiamat nanti adalah orang yang paling baik akhlaknya. Sebaliknya, orang yang aku benci dan paling jauh dari diriku adalah orang yang terlalu banyak bicara (yang tidak bermanfaat, pen.) dan sombong." HR at-Tirmidzi).

5. Baginda Rasulullah SAW menyebut sejumlah keistimewaan akhlak mulia ini. Saat beliau ditanya tentang apa itu kebajikan (al-birr), misalnya, beliau lansung menjawab, "Al-Birr husn al-khulq (Kebajikan itu adalah akhlak mulia." (HR Muslim).

6. Beliau bahkan bersabda, "Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang Mukmin pada Hari Kiamat nanti selain akhlak mulia. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berbuat keji dan berkata-keta keji." (HR at-Tirmidzi)

7. Rasulullah SAW pun menyebut Muslim yang berakhlak mulia sebagai manusia terbaik. Beliau bersabda, "Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya." (HR al-Bukhari dan Muslim).

8. Dari Sahl bin Sa'ad radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺤﺐ ﻣﻌﺎﻟﻲ ﺍﻷﺧﻼﻕ ﻭﻳﻜﺮﻩ ﺳﻔﺴﺎﻓﻬﺎ ‏[ ﺍﻟﻤﻌﺠﻢ ﺍﻟﻜﺒﻴﺮ ﻟﻠﻄﺒﺮﺍﻧﻲ : ﺻﺤﺤﻪ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ]

Sesungguhnya Allah mencintai akhlak yang mulia dan membenci akhlak yang buruk. [Al-Mu'jam Al-Kabiir: Sahih]

9. An-Nawwaas bin Sim'aan Al-Anshary radiyallahu 'anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan dan keburukan, dan Rasulullah menjawab:

« ﺍﻟْﺒِﺮُّ ﺣُﺴْﻦُ ﺍﻟْﺨُﻠُﻖِ، ﻭَﺍﻟْﺈِﺛْﻢُ ﻣَﺎ ﺣَﺎﻙَ ﻓِﻲ ﺻَﺪْﺭِﻙَ، ﻭَﻛَﺮِﻫْﺖَ ﺃَﻥْ ﻳَﻄَّﻠِﻊَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ‏» ‏[ ﺻﺤﻴﺢ ﻣﺴﻠﻢ ]

Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan keburukan adalah sesuatu yang mengganjal di dadamu (hatimu), dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya. [Sahih Muslim]

10. Dari Abu Umamah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

« ﺃَﻧَﺎ ﺯَﻋِﻴﻢٌ ﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲ ﺭَﺑَﺾِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺍﻟْﻤِﺮَﺍﺀَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻣُﺤِﻘًّﺎ، ﻭَﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲ ﻭَﺳَﻂِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺍﻟْﻜَﺬِﺏَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﺎﺯِﺣًﺎ ﻭَﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲ ﺃَﻋْﻠَﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺣَﺴَّﻦَ ﺧُﻠُﻘَﻪُ ‏» ‏[ ﺳﻨﻦ ﺃﺑﻲ ﺩﺍﻭﺩ : ﺣﺴﻦ ]

Saya menjamin sebuah rumah tepi surga bagi orang meninggalkan debat sekalipun ia benar, dan sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang tidak berbohong sekalipun hanya bergurau, dan rumah di atas surga bagi orang yang mulia akhlaknya. [Sunan Abi Daud: Hasan]

11. Dari Jabir bin Samurah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

" ﺇِﻥَّ ﺃَﺣْﺴَﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺇِﺳْﻠَﺎﻣًﺎ، ﺃَﺣْﺴَﻨُﻬُﻢْ ﺧُﻠُﻘًﺎ " ‏[ ﻣﺴﻨﺪ ﺃﺣﻤﺪ : ﺻﺤﻴﺢ ]

Sesungguhnya orang yang paling baik keislamannya adalah yang paling baik akhlaknya. [Musnad Ahmad: Sahih]

12. Dari Jabir radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

« ﺇِﻥَّ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺒِّﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻲَّ ﻭَﺃَﻗْﺮَﺑِﻜُﻢْ ﻣِﻨِّﻲ ﻣَﺠْﻠِﺴًﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺃَﺣَﺎﺳِﻨَﻜُﻢْ ﺃَﺧْﻠَﺎﻗًﺎ، ﻭَﺇِﻥَّ ﺃَﺑْﻐَﻀَﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻲَّ ﻭَﺃَﺑْﻌَﺪَﻛُﻢْ ﻣِﻨِّﻲ ﻣَﺠْﻠِﺴًﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺍﻟﺜَّﺮْﺛَﺎﺭُﻭﻥَ ﻭَﺍﻟﻤُﺘَﺸَﺪِّﻗُﻮﻥَ ﻭَﺍﻟﻤُﺘَﻔَﻴْﻬِﻘُﻮﻥَ ‏» ‏[ ﺳﻨﻦ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ :
ﺻﺤﻴﺢ]

Sesungguhnya yang paling aku cintai dari kalian dan yang paling dekat tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya, dan yang paling aku benci dari kalian dan yan paling jauh tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang banyak bicara, angkuh dalam berbicara, dan sombong. [Sunan Tirmidzi: Sahih]

13. Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

ﻟﻦ ﺗﺴﻌﻮﺍ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﺄﻣﻮﺍﻟﻜﻢ ﻭﻟﻜﻦ ﻳﺴﻌﻬﻢ ﻣﻨﻜﻢ ﺑﺴﻂ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﻭﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ ‏[ ﻣﺴﻨﺪ ﺍﻟﺒﺰﺍﺭ : ﺣﺴﻨﻪ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ]

Kalian tidak akan mempu memberi kepada semua orang dengan hartamu, akan tetapi kamu bisa memberi kepada semua orang dengan senyuman dan akhlak mulia. [Musnad Al-Bazzar: Hasan]

14. Dari Ibnu Mas'ud dan Aisyah radiyallahu 'anhuma; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam sering berdoa ...

" ﺍﻟﻠﻬُﻢَّ ﺃَﺣْﺴَﻨْﺖَ ﺧَﻠْﻘِﻲْ، ﻓَﺄَﺣْﺴِﻦْ ﺧُﻠُﻘِﻲْ "

Ya Allah .. Engkau telah memuliakan penciptaanku, maka muliakanlah akhlakku. [Musnad Ahmad: Sahih]

15. Jabir bin Abdillah radiyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam ketika memulai salat ia bertakbir kemudian membaca ...

« ﺇِﻥَّ ﺻَﻠَﺎﺗِﻲ ﻭَﻧُﺴُﻜِﻲ ﻭَﻣَﺤْﻴَﺎﻱَ ﻭَﻣَﻤَﺎﺗِﻲ ﻟِﻠَّﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ، ﻭَﺑِﺬَﻟِﻚَ ﺃُﻣِﺮْﺕُ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ . ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻫْﺪِﻧِﻲ ﻟِﺄَﺣْﺴَﻦِ ﺍﻟْﺄَﻋْﻤَﺎﻝِ ﻭَﺃَﺣْﺴَﻦِ ﺍﻟْﺄَﺧْﻠَﺎﻕِ ﻟَﺎ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﻟِﺄَﺣْﺴَﻨِﻬَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻧْﺖَ، ﻭَﻗِﻨِﻲ ﺳَﻴِّﺊَ ﺍﻟْﺄَﻋْﻤَﺎﻝِ ﻭَﺳَﻴِّﺊَ ﺍﻟْﺄَﺧْﻠَﺎﻕِ ﻟَﺎ ﻳَﻘِﻲ ﺳَﻴِّﺌَﻬَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻧْﺖَ »

"Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah Rabb semesta alam tiada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintahkan dan aku bagian dari orang Islam , Ya Allah berilah aku amalan yang terbaik dan akhlak yang paling mulia , tiada yang bisa memberi yang terbaik selain Engkau, dan lindungilah aku dari amalan dan akhlak yang buruk, tidak ada yang bisa melindungiku dari hal yang buruk selain Engkau". [Sunan An-Nasa'i: Sahih]

16. Ummu Salamah, isteri Nabi Saw bertanya, "Ya Rasulullah, seorang wanita dari kami ada yang kawin dua, tiga dan empat kali lalu dia wafat dan masuk surga bersama suami-suaminya juga. Siapakah kelak yang akan menjadi suaminya di surga?" Nabi Saw menjawab, "Dia disuruh memilih dan yang dia pilih adalah yang paling baik akhlaknya dengan berkata, "Ya Robbku, orang ini ketika dalam negeri dunia paling baik akhlaknya terhadapku. Kawinkanlah aku dengan dia. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik membawa kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat." (HR. Ath-Thabrani)

17. "Kamu tidak bisa memperoleh simpati semua orang dengan hartamu tetapi dengan wajah yang menarik (simpati) dan dengan akhlak yang baik." (HR. Abu Ya'la dan Al-Baihaqi)

18. "Kebajikan itu ialah akhlak yang baik dan dosa itu ialah sesuatu yang merisaukan dirimu dan kamu tidak senang bila diketahui orang lain."(HR. Muslim)

19. Ya Rasulullah, terangkan tentang Islam dan aku tidak perlu lagi bertanya-tanya kepada orang lain. Nabi Saw menjawab, "Katakan: 'Aku beriman kepada Allah lalu bersikaplah lurus (jujur)'." (HR. Muslim)

20. "Jauhilah segala yang haram niscaya kamu menjadi orang yang paling beribadah. Relalah dengan pembagian (rezeki) Allah kepadamu niscaya kamu menjadi orang paling kaya.
Berperilakulah yang baik kepada tetanggamu niscaya kamu termasuk orang mukmin. Cintailah orang lain pada hal-hal yang kamu cintai bagi dirimu sendiri niscaya kamu tergolong muslim, dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa itu mematikan hati." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

21. "Di antara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati. (HR. Ad-Dailami)

22. "Tidak ada kemelaratan yang lebih parah dari kebodohan dan tidak ada harta (kekayaan) yang lebih bermanfaat dari kesempurnaan akal. Tidak ada kesendirian yang lebih terisolir dari ujub (rasa angkuh) dan tidak ada tolong-menolong yang lebih kokoh dari musyawarah. Tidak ada kesempurnaan akal melebihi perencanaan (yang baik dan matang) dan tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dari akhlak yang luhur. Tidak ada wara' yang lebih baik dari menjaga diri (memelihara harga dan kehormatan diri), dan tidak ada ibadah yang lebih mengesankan dari tafakur (berpikir), serta tidak ada iman yang lebih sempurna dari sifat malu dan sabar. (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)

23. "Menghemat dalam nafkah separo pendapatan (belanja), dan mengasihi serta menyayangi orang lain adalah separo akal, sedangkan bertanya dengan baik adalah separo ilmu. (HR. Ath-Thabrani)

24. "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya." (HR. Ahmad dan Al Hakim)

25. "Kebijaksanaan adalah tongkat yang hilang bagi seorang mukmin. Dia harus mengambilnya dari siapa saja yang didengarnya, tidak peduli dari sumber mana datangnya." (HR. Ibnu Hibban) Artinya kita jangan melihat siapa yang memberi nasehat tapi apa isi nasehatnya. Yakinlah bahwa segala kebenaran itu datangnya dari Allah SWT, dan segala sesuatu hanya sebagai perantara.

26. "Kalau kamu sudah tidak punya malu lagi (tidak punya akhlaq), lakukanlah apa yang kamu kehendaki." (HR. Bukhari)

27. "Tidak ada sesuatu yang ditelan seorang hamba yang lebih afdhol di sisi Allah daripada menelan (menahan) amarah yang ditelannya karena keridhoan Allah Ta'ala." (HR. Ahmad)

28. Seorang sahabat berkata kepada Nabi Saw, "Ya Rasulullah, berpesanlah kepadaku." Nabi Saw berpesan, "Jangan suka marah (emosi)." Sahabat itu bertanya berulang-ulang dan Nabi Saw tetap berulang kali berpesan, "Jangan suka marah." (HR. Bukhari)

29. " Barangsiapa banyak diam maka dia akan selamat. (HR. Ahmad)

30. "Hati-hatilah terhadap prasangka. Sesungguhnya prasangka adalah pembicaraan paling dusta. (HR. Bukhari)

31. "Bukan akhlak seorang mukmin berbicara dengan lidah yang tidak sesuai kandungan hatinya. Ketenangan (sabar dan berhati-hati) adalah dari Allah dan tergesa-gesa (terburu-buru) adalah dari setan. (HR. Asysyihaab)

32. "Seorang yang baik keislamannya ialah yang meninggalkan apa-apa yang tidak berkepentingan dengannya. (HR. Tirmidzi)

33. "Dekatkan dirimu kepada-Ku (Allah) dengan mendekatkan dirimu kepada kaum lemah dan berbuatlah ihsan kepada mereka. Sesungguhnya kamu memperoleh rezeki dan pertolongan karena dukungan dan bantuan kaum lemah di kalangan kamu." (HR. Muslim)

34. "Barangsiapa rendah hati kepada saudaranya semuslim maka Allah akan mengangkat derajatnya, dan barangsiapa mengangkat diri terhadapnya maka Allah akan merendahkannya." (HR. Ath-Thabrani)

35. "Allah mewahyukan kepadaku agar kamu berprilaku rendah hati agar tidak ada orang yang menzalimi orang lain atau menyombongkan dirinya terhadap orang lain. (HR. Ahmad)

36. "Sifat malu adalah dari iman dan keimanan itu di surga, sedangkan perkataan busuk adalah kebengisan tabi'at dan kebengisan tabi'at di neraka. (HR. Bukhari dan Tirmidzi)

37. "Sesungguhnya cemburu (yakni cemburu yang wajar dan masuk akal adalah bagian) dari keimanan. (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Babawih)

38. "Kebajikan ialah akhlak yang baik dan dosa ialah sesuatu yang mengganjal dalam dadamu dan kamu tidak suka bila diketahui orang lain. (HR. Muslim)

39. "Mintalah fatwa (keterangan hukum) kepada hati dan jiwamu. Kebajikan ialah apa yang menyebabkan jiwa dan hati tentram kepadanya, sedangkan dosa ialah apa yang merisaukan jiwa dan menyebabkan ganjalan dalam dada walaupun orang-orang meminta atau memberi fatwa kepadamu. (HR. Muslim)

40. "Orang yang membawa (mengangkut) sendiri barang dagangannya maka dia terbebas dari kesombongan. (HR. Al-Baihaqi).

41. "Orang yang mengharamkan kelemah lembutan, maka akan diharamkan baginya segala kebaikan." [HR. Muslim]

42. ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻣﻦ ﻭﻟﻲ ﻣﻦ ﺃﻣﺮ ﺃﻣﺘﻲ ﺷﻴﺌﺎ ﻓﺸﻖ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻓﺎﺷﻘﻖ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﻣﻦ ﻭﻟﻲ ﻣﻦ ﺃﻣﺮ ﺃﻣﺘﻲ ﺷﻴﺌﺎ ﻓﺮﻓﻖ ﺑﻬﻢ ﻓﺎﺭﻓﻖ ﺑﻪ

Artinya: "Ya Allah, siapa saja yang mengurus urusan umatku, kemudian ia memberatkan mereka, maka beratkanlah ia. Dan siapa saja yang mengurus urusan umatku, kemudian ia bersikap lemah lembut kepada mereka, maka lemah lembutlah Engkau kepadanya." [HR. Muslim]

43. "Di antara tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu kesenangan dunia serta orang yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa. "(HR. Al Hakim)

44. Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih mengetahui." Nabi Saw lalu berkata, " Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu, lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala- pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang- orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka." (HR. Muslim)

45. "Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas). (HR. Al Hakim)

46. "Janganlah engkau menyepelekan kebaikan sedikitpun meski sekadar menuangkan air dari ember timbamu ke bejana orang yang meminta air, dan meski sekadar berbicara dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri." [HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan an-Nasa'i]

47. Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." [Hadits riwayat Mutafaq 'alaih]

48. Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar. (HR. Al Hakim)
49. Sabar adalah separo iman dan keyakinan adalah seluruh keimanan. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

50. Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan). (HR. Ath-Thabrani)

51. Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

52. Senyummu ke wajah saudaramu adalah sodaqoh. (Mashabih Assunnah)

53. Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang sholeh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk. (HR. Al Hakim)

54. Seorang mukmin yang bergaul dan sabar terhadap gangguan orang, lebih besar pahalanya dari yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar dalam menghadapi gangguan mereka. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

55. Amal perbuatan yang paling disukai Allah sesudah yang fardhu (wajib) ialah memasukkan kesenangan ke dalam hati (menghibur hati) seorang muslim. (HR. Ath-Thabrani)

56. Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya dia segera memperbaikinya. (HR. Bukhari)

57. Tiga perbuatan yang termasuk sangat baik, yaitu berzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi, saling menyadarkan (menasihati) satu sama lain, dan menyantuni saudara-saudaranya (yang memerlukan). (HR. Ad-Dailami)

58. Jibril Alaihissalam yang aku cintai menyuruhku agar selalu bersikap lunak (toleran dan mengalah) terhadap orang lain. (HR. Ar-Rabii')

59. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya). (HR. Muslim)

60. Rasulullah Saw melarang mendatangi undangan orang-orang fasik. (HR. Ath-Thabrani)

61. Janganlah kamu duduk-duduk di tepian jalan. Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, kami memerlukan duduk-duduk untuk berbincang-bincang." Rasulullah kemudian berkata, "Kalau memang harus duduk-duduk maka berilah jalanan haknya." Mereka bertanya, "Apa haknya jalanan itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Memalingkan pandangan (bila wanita lewat), menghindari gangguan, menjawab ucapan salam (dari orang yang lewat), dan beramar ma'ruf nahi mungkar." (Mutafaq'alaih)

62. Termasuk sunnah bila kamu menghantar pulang tamu sampai ke pintu rumahmu. (HR. Al-Baihaqi)
63. Rasulullah Saw menerima pemberian hadiah dan mendoakan ganjaran atas pemberian hadiah tersebut. (HR. Bukhari)

64. Jangan menolak hadiah dan jangan memukul kaum muslimin. (HR. Ahmad)

65. Hendaknya kamu saling memberi hadiah. Sesungguhnya pemberian hadiah itu dapat melenyapkan kedengkian. (HR. Tirmidzi dan dan Ahmad)

66. Seorang pemuda yang menghormati orang tua karena memandang usianya yang lanjut maka Allah mentakdirkan baginya pada usia lanjut orang akan menghormatinya. (HR. Tirmidzi)

67. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati tamunya. Kewajiban menjamu tamu hanya satu hari satu malam. Masa bertamu adalah tiga hari dan sesudah itu termasuk sedekah. Tidak halal bagi si tamu tinggal lebih lama sehingga menyulitkan tuan rumah. (HR. Al-Baihaqi)

68. Barangsiapa menerima kebaikan (pemberian) dari kawannya (saudaranya) tanpa diminta hendaklah diterima dan jangan dikembalikan. Sesungguhnya itu adalah rezeki yang disalurkan Allah untuknya. (HR. Al Hakim)

69. Barangsiapa membela (nama baik dan kehormatan) saudaranya tanpa kehadirannya maka Allah akan membelanya di dunia dan di akhirat. (HR. Al-Baihaqi)

70. Apabila kawan muslim seseorang digunjing dan dia tidak menyanggah (membelanya) padahal sebenarnya dia mampu membelanya maka Allah akan merendahkannya di dunia dan di akhirat. (HR. Al Baghowi dan Ibnu Babawih)

71. Jiwa-jiwa manusia ibarat pasukan. Bila saling mengenal menjadi rukun dan bila tidak saling mengenal timbul perselisihan. (HR. Muslim)

72. Tiada beriman seorang dari kamu sehingga dia mencintai segala sesuatu bagi saudaranya sebagaimana yang dia cintai bagi dirinya. (HR. Bukhari)

73. Hubungilah orang yang memutus hubungannya dengan kamu dan berilah (sesuatu) kepada orang yang enggan memberimu. Hindarkan dirimu dari orang yang menzalimi kamu (Artinya, jangan menghiraukan orang yang menzalimi kamu). (HR. Ahmad)

74. Belalah (tolonglah) kawanmu baik dia zalim maupun dizalimi. Apabila dia zalim, cegahlah dia dari perbuatannya dan bila dia dizalimi upayakanlah agar dia dimenangkan (dibela). (HR. Bukhari)

75. Barangsiapa tidak memperhatikan (mempedulikan) urusan kaum muslimin maka dia bukan termasuk dari mereka. (HR. Abu Dawud)

76. Jangan menunjukkan kegembiraan atas penderitaan saudaramu, niscaya Allah akan menyelamatkannya dan akan menimpakan (musibah) kepadamu. (HR. Aththusi dan Tirmidzi)

77. Apabila kamu memukul, hindarilah wajah. (HR. Mashabih Assunnah)

78. Wahai segenap manusia, sesungguhnya Robbmu satu dan bapakmu satu. Tidak ada kelebihan bagi seorang Arab atas orang Ajam (bukan Arab) dan bagi seorang yang bukan Arab atas orang Arab dan yang (berkulit) merah atas yang hitam dan yang hitam atas yang merah, kecuali dengan ketakwaannya. Apakah aku sudah menyampaikan hal ini? (HR. Ahmad)

79. Tidak boleh ada gangguan (akibat yang merugikan dan menyedihkan) dan tidak boleh ada paksaan. (HR. Malik)

80. Cukup jahat orang yang menghina saudaranya. (HR. Muslim)

81. Tidak halal bagi seorang muslim menjauhi (memutuskan hubungan) dengan saudaranya melebihi tiga malam. Hendaklah mereka bertemu untuk berdialog mengemukakan isi hati dan yang terbaik ialah yang pertama memberi salam (menyapa). (HR. Bukhari)

82. Barangsiapa meniru-niru tingkah laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

83. Tidak akan masuk surga orang yang suka mencuri berita (suka mendengar-dengar berita rahasia orang lain). (HR. Bukhari)

84. Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling cinta kasih dan belas kasih seperti satu tubuh. Apabila kepala mengeluh (pusing) maka seluruh tubuh tidak bisa tidur dan demam. (HR. Muslim)

85. Kawan pendamping yang sholeh ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya. (HR. Bukhari)

86. Tiada beriman orang yang tidak memegang amanat dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji. (HR. Ad-Dailami)

87. Tunaikanlah amanat terhadap orang yang mengamanatimu dan janganlah berkhianat terhadap orang yang mengkhianatimu. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

88. Orang yang diajak bermusyawarah (dimintai pendapat) adalah orang yang bisa memegang amanat (jujur, ikhlas dan dapat menyimpan rahasia). (HR. Ath-Thabrani)

89. Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. (HR. Bukhari dan Muslim) yang dimaksud hadits ini adalah fakir miskin yang sabar dan bersyukur dan kebanyakan wanita masuk neraka adalah karena banyak mengeluh kepada suami dan tak mau bersyukur.

90. Sesungguhnya agama ini mudah dan tiada seorang yang mempersulit agama, kecuali pasti dikalahkannya (menemui kesulitan). Bertindaklah tepat, lakukan pendekatan, sebarkan berita gembira, permudahlah dan gunakan siang dan malam hari serta sedikit waktu fajar sebagai penolongmu. (HR. Bukhari)

91. Tiada lurus iman seorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tiada lurus hatinya sehingga lurus lidahnya. (HR. Ahmad)

92. Sebaik-baik umatku adalah apabila pergi (musafir) dia berbuka puasa dan shalat Qashar, dan jika berbuat kebaikan merasa gembira, tetapi apabila melakukan keburukan dia beristighfar. Dan seburuk-buruk umatku adalah yang dilahirkan dalam kenikmatan dan dibesarkan dengannya, makanannya sebaik-baik makanan, dia mengenakan pakaian mewah-mewah dan bila berkata tidak benar (tidak jujur). (HR. Ath-Thabrani)

93. Allah Azza wajalla mewajibkan tujuh hak kepada seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, yaitu: (1) melihat saudara seimannya dengan rasa hormat dalam pandangan matanya; (2) mencintainya di dalam hatinya; (3) menyantuninya dengan hartanya; (4) tidak menggunjingnya atau mendengar penggunjingan terhadap kawannya; (5) menjenguknya bila sakit; (6) melayat jenazahnya; (7) dan tidak menyebut kecuali kebaikannya sesudah ia wafat. (HR. Ibnu Baabawih)

94. Sebaik-baik kamu ialah yang diharapkan kebaikannya dan aman dari kejahatannya, dan seburuk-buruk kamu ialah yang tidak diharapkan kebaikannya dan tidak aman dari kejahatannya. (HR. Tirmidzi dan Abu Ya'la)

95. Aku mengagumi seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut isterinya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

96. Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan ..(HR. Muslim)

97. Seorang mukmin bukanlah pengumpat dan yang suka mengutuk, yang keji dan yang ucapannya kotor. (HR. Bukhari)

98. Penghuni neraka ialah orang yang buruk perilaku dan akhlaknya dan orang yang berjalan dengan sombong, sombong terhadap orang lain, menumpuk harta kekayaan dan bersifat kikir. Adapun penghuni surga ialah rakyat yang lemah, yang selalu dikalahkan. (HR. Al Hakim dan Ahmad)

99. Rasulullah Saw melarang orang makan atau minum sambil berdiri. (HR. Muslim)

100. Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah." Nabi Saw lalu bersabda: "Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul." (HR. Ath-Thabrani)

101. Barangsiapa ingin agar do'anya terkabul dan kesulitan-kesulitannya teratasi hendaklah dia menolong orang yang dalam kesempitan. (HR. Ahmad)

Wallahu'alam

Dari berbagai sumber dan kitab
(  Disarikan Majelis Ashabul Muslimin )

Jumat, 09 Desember 2016

AKHLAK MULIA

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh.

Sahabatku yang dirahmati ALLAH SWT......
Membentuk akhlak mulia dalam kehidupan di dunia merupakan cita-cita luhur yang diharapkan terwujud dalam setiap pribadi seseorang.

Membentuk Akhlak Mulia akan tampak dalam penampilan (Berpakaian), dalam (Perkataan) dan tingkah laku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Membentuk Akhlak Mulia telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala di dalam Ayat-Ayat Al-Quran (Yang disampaikan dalam Wahyu-Wahyu melalui Malaikat Jibril Kepada Rasulullah Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam), Sebagai Suri Tauladan (Petunjuk) Rahmat bagi Umat Manusia Sepanjangan Zaman.

Rasulullah Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam adalah Manusia dengan Derajat-Nya tertinggi Di-Dunia, sifat , perangai dan Akhlak-Nya adalah yang terbaik pula.

Baginda adalah kekasih Allah Subhanallahu Wa Ta'ala Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, Mempunyai sifat Mulia dan Terpuji selalu menghiasi Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam

Adapaun akal manusia tidak akan mampu mencerna dan menjelaskan tentang bagaimana Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam yang sebenarnya

Hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala sajalah yang Mengetahui-Nya.Ini adalah bukti bagaimana Sempurnanya Nabi kita Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam.

Kisah kehidupan Rasulullah 'Alaihi Wa Sallam yang menunjukkan betapa Tingginya sifat kasih sayang Baginda Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, tiada secuil pun kesalahan yang pernah dibuat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam semasa hidupnya, kata kata yang terucap Manfa'at dan mengundang kebaikan, perilaku dan gerak geriknya kebaikan pula.

Baginda Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam Rahmat bagi semesta alam termasuk hewan dan tumbuhan.

Berikut sebagian bukti tentang keagungan dan kehebatan akhlak Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam yang patut  Diteladani oleh Kita Umat-Nya.

Kisah Bukti Hebat dan Agungnya Akhlak Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam :

1). Pernah seorang Arab Badwi menarik dengan begitu kasar jubah buatan Najran yang kasar kainnya, yang dipakai oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam hingga berbekas leher baginda. Tetapi Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam tidak marah, malah menghadiahkan jubah itu kepada Arab Badwi tersebut.

2). Seorang wanita tua selalu menyakiti Rasulullah Shalallahu'Allaihi Wa Sallam dengan meletakkan duri, najis dan lain-lain halangan di jalan yang selalu dilalui oleh Rasulullah Shalallahu'Allaihi Wa Sallam.

Namun Rasulullah Shalallahu 'Allaihi Wa Sallam tidak bertindak balas. Pada satu ketika apabila wanita itu sakit, Rasulullah Shalallahu 'Allaihi Wa Sallam menziarahi dan menunjukkan kasih sayang terhadapnya. Wanita tua itu terharu dengan kebaikan Rasulullah, lantas memeluk Islam di tangan baginda.

3). Rasulullah Shalallahu 'Allaihi Wa Sallam pernah dilihat oleh para Sahabatnya mencium anak kecil, lantas seorang Sahabat menegurnya, "Engkau mencium anak kecil, ya Rasulullah?" Kerana pada sangkaannya Rasulullah tidak pernah mencium anak kecil. Baginda mengiyakan lantas bersabda, “Barang siapa tidak mengasihi, dia tidak akan dikasihi.”

4). Rasulullah Shalallahu 'Allaihi Wa Sallam sangat mengasihi Sahabat-sahabat-Nya. Jika seorang Sahabat sudah dua tiga hari tidak kelihatan, baginda akan bertanya, "Ke mana perginya Si Fulan Si Fulan itu…?"

5). Jika ada orang yang meminta tolong pada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallama Sallam, tidak pernah Baginda tidak menunaikannya.Baginda sangat prihatin dan amat mengambil berat kesusahan orang lain. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: "Barang siapa yang menunaikan satu hajat saudara-Nya, akan Allah tunai 70 hajat-Nya."

6). Pernah satu ketika Seorang Arab Badwi kencing di satu sudut dalam Masjid Nabi.Ada di antara para Sahabat marah kerana sikap tidak beradab itu. Tetapi Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam tetap tenang dan berkata,"Biarkan Dia menyelesaikan hajatnya…"Setelah lelaki tersebut selesai, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam menasihatinya, Agar membasuh najis itu dan kemudiannya barulah memberitahu Arab Badwi tersebut adab-adab di dalam Masjid.

7). Ketika Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam berdakwah dengan anak angkatnya Zaid bin Harisah di Thaif, baginda telah dibaling dengan batu oleh kanak-kanak dan pemuda-pemuda nakal yang disuruh berbuat begitu oleh penduduk kota tersebut.

Akibatnya, lutut Rasululah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam telah berdarah.Melihat penganiaya'an itu, malaikat sangat marah sehingga menawarkan untuk menghempap penduduk Thaif dengan bukit-bukit sekitar bandar itu. etapi Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam menolaknya dan berkata, "Jangan, mereka tidak tahu saya ini Rasul-nya." Malaikat menjawab:"Tuan benar." Selepas itu baginda terus berdoa untuk penduduk Thaif: "Ya Allah berilah petunjuk bagi kaumku, mereka tidak mengetahui."

8). Pernah seorang Sahabat duduk secara menghimpit paha atas paha dengan Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam.

Baginda membiarkannya sahaja untuk menjaga hati Sahabat tersebut supaya tidak menganggap yang Rasulullah Shalallahu'Alaihi Wa Sallam tidak sudi duduk bersama-Nya.

9). Sewaktu hijrah ke Madinah, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam telah dikejar dengan kuda oleh seorang bernama Suraqah yang bercita-cita merebut hadiah yang ditawarkan oleh kafir Quraisy Makkah jika berjaya membunuh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam. Setiap kali kuda Suraqah mendekati Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, setiap kali itulah kudanya tersungkur jatuh. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam tidak bertindak apa-apa. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam memaafkan-Nya. Akhirnya Suraqah menyerah dan berjanji tidak akan cuba membunuh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam lagi.

10). Satu ketika seorang musuh bernama Da`thur mendapati Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam sedang berehat di satu batu.Dia terus melompat dan meletakkan pedangnya di leher Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam dan berkata, "Siapa yang akan menyelamatkan nyawa kamu dan tanganku?"

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam spontan menjawab: "Allah."
Mendengar jawaban Rasulullah  Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam itu, Da`thur menggeletar hingga pedangnya jatuh daripada tangan.

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam mengambil pedang itu dan bertanya, "Kali ini siapa yang akan menyelamatkan kamu dari tanganku?"
Da`thur tergamam dan menjawab, "Tiada Siapa."

Akhirnya Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam memaafkan Da`thur. Melihat kasih sayang yang ditunjukkan oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam itu, Da`thur pun mengucap dua kalimah Syahadah (masuk Islam).

11). Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam sangat penyayang dengan anak-anak-Nya dan bertimbangrasa dengan Isteri-Isteri-Nya.

Pada kesilapan Isteri-Isteri-Nya, Baginda selalu memberi Ma'af. Baginda juga membantu kerja-kerja rumah dan menampung jubah dan kasutnya sendiri.

12). Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam selalu berjalan dengan fakir miskin dan sering menziarahi janda-janda, bertanya akan keperluan hidup mereka. Bahkan dengan orang-orang miskin dan melarat, Baginda selalu duduk bersama mereka, berbual, makan minum dan bermesra dengan mereka.

13). Pernah di satu pagi Hari Raya, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bertemu seorang kanak-kanak yang menangis di tepi jalan.

Baginda terharu dan bertanya :"Mengapa engkau menangis?"Kanak-kanak tersebut menjawab, "Ayah saya telah mati syahid sementara Ibu Saya sudah berkahwin lain.Nasib Saya terbiar dan Saya tidak ada baju baru dan lain-lain persediaan untuk berhari raya."Rasulullah Shalallahu'Alaihi Wa Sallam mengalirkan air mata mengenangkan nasib kanak-kanak tersebut.

Baginda berkata: "Sukakah kamu kalau Aku menjadi Ayah-Mu dan Aisyah (Isteri Rasulullah) menjadi Ibu-Mu?" Sungguh tidak terkira gembiranya rasa hati kanak-kanak itu, bila mendengar Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam yang mulia menjadi Ayah-Nya.

Baginda pun membawa pulang kanak-kanak tersebut ke Rumah-Nya. Kanak-kanak itu dimandikan, dipakaikan dengan baju raya dan dijamu makan. Betapa gembiranya hati kanak-kanak itu, begitulah gembiranya hati Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam kerana dapat menggembirakan-Nya.

14). Pada ketika yang lain, dalam perjalanan menuju ke pasar, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam melihat seorang budak (Hamba Sahaya) sedang menangis di tepi jalan.

Bila baginda tanyakan mengapa menangis, budak itu menjawab bahawa dia menangis kerana duit yang diberi oleh tuannya telah hilang.Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam terus mengganti duit yang hilang itu dengan duit baginda sendiri.

Tetapi apabila baginda balik dari pasar, dilihatnya budak yang sama masih menangis. "Kenapa kamu masih menangis?" tanya Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam,"Kali ini Saya menangis kerana takut dimarahi dan dipukul oleh tuan saya kerana Saya sudah terlambat pulang dan pasar," Jawab budak itu.
Untuk mengelakkan budak itu daripada dimarahi, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam sendiri menemaninya pulang.

Rupanya rumah itu dihuni oleh sekumpulan Wanita.Rasulullah SAW terus memberi salam.Setelah tiga kali memberi salam, barulah salam Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallamitu dijawab. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bertanya, "Apakah kamu tidak dengar salam saya sebelumnya?" Wanita-wanita itu menjawab, "Kami dengar, tetapi sengaja kami tidak jawab supaya kami mendapat do'a daripada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam banyak kali..."

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam terus menerangkan mengapa budak itu lambat.Baginda meminta supaya budak itu tidak dirotan, tetapi sekiranya mereka tidak puas hati,

Rasulullah menawarkan dirinya sebagai ganti untuk dirotan. Lantas Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam menyingsing lengan bajunya. Mendengar kata Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam itu, kumpulan wanita itu lantas berkata,  "Tidak, ya Rasulullah. Mulai sekarang, kami merdekakanlah budak ini."Itulah kesan kasih sayang yang ditunjukkan oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam.

15). Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam berjiran dengan seorang Yahudi. Baginda sangat menjaga hak-hak Jiran. Baginda tidak pernah melakukan sesuatu yang menyakiti hati Jirannya malah Baginda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam selalu menghadiahkan makanan dan lain-lain hadiah kepada Jiran Yahudinya itu.

16). Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam juga sangat mengambil berat tentang hak-hak kafir zimmi. Baginda bersabda: "Siapa yang menzalimi kafir zimmi walaupun orang Islam sayalah pembelanya (penebusnya)."

17). Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam juga sangat mengasihi binatang. Baginda melarang kanak-kanak menyiksa binatang. Untuk menyembelih binatang, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam berpesan supaya menggunakan pisau yang tajam, agar binatang tersebut cepat mati dan tidak lama dalam kesakitan.

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam sering mengingatkan supaya Unta-Unta dan Himar tidak dibebani oleh muatan yang berlebihan daripada apa yang sanggup ditanggung. Pernah sekor kucing tidur atas serban Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam.Maka baginda menggunting bahagian tempat kucing itu tidur di atasnya kerana tidak mahu mengejutkan kucing tersebut.

Ketika dalam perjalanan dan Madinah ke Makkah di tahun kemenangan, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam melihat seekor Anjing di tepi jalan.Anjing itu mengeluarkan suara seakan-akan membujuk anaknya yang sedang mengerumuninya untuk menyusu.Maka Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam meminta seorang Sahabat untuk menjaga jangan sampai ada dan kalangan anggota rombongan baginda yang mengganggu Anjing itu dan Anak-Anaknya.

Ketika Rasulullah  Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam melihat seekor Himar yang telah diberi tanda dengan besi panas di mukanya, Baginda menentangnya dan melarang hewan diberi tanda dan dipukul di mukanya.

18). Ketika Rasulullah  Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam meninggalkan kabilah Saqif, ada seorang lelaki yang memohon kepada beliau, "Wahai Rasulullah, berdoalah untuk kebinasaan mereka." Rasulullah berkata, "Ya Allah, berilah petunjuk kepada kabilah Saqif dan bawalah mereka (Kejalan Yang Benar)."

19). Satu ketika Abu Zar keluar bersama hamba sahayanya yang berpakaian seperti apa yang beliau pakai, lalu ada orang bertanya, "Mengapa Kamu berbuat demikian?" Abu Zar menjawab, beliau mendengar Rasulullah berkata: "Hamba Sahaya itu adalah Saudara-Mu, mereka di jadikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala di bawah Kekuasaan-Mu. Maka barangsiapa saudaranya di bawah kekuasaannya (Dibawah Jagaannya), hendaklah Dia memberi makan dengan apa yang Dia makan dan memberi pakaian dengan apa yang Dia pakai dan janganlah hamba itu disuruh melakukan pekerjaan di luar batas kemampuannya.Apabila mereka diperintahkan bekerja maka bantulah mereka."

Berikut tadi adalah setetes dari lautan Akhlak Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam yang patut Diteladani oleh semua Umat Islam dimanapun berada.

Sebagian daripada cerita-cerita sebagai bukti betapa Pengasih dan Pema'af-Nya Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, Model agung kecintaan yang paling unggul dan patut Dicontoh oleh Manusia (Umat Muslim) Sepanjang zaman.

Cerita-cerita itu menunjukkan betapa Kasih dan Sayangnya Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam kepada Manusia atau Binatang, pena dan kertas tidak mungkin mampu menggambarkan Keindahan dan Keagungan Akhlak-Nya.

Semoga Bermanfa'at Mohon Ma'af Bila Ada Kesalahan Kata-Kata Dan Terimakasih.

Wallahu a'lam.

Tetap Semangat Ta'at Beriman Bertaqwa Beramal Shaleh Dan Istiqamah Dalam Beribadah kepada Allah Subhanallahu Wa Ta'ala Dan Rasul-nya.

Masya Allah.

Semoga Kita Dapat Memetik Hikmah-Nya, Menanamkan Akhlak Yang Mulia Dan Terpuji Serta Menauladhani-Nya Dalam Kehidupan Sehari-Hari.

Insya Allah.

#Aamiin Aamiin Aamiin Ya Raball'Allamiin.