Rabu, 12 September 2012
TINGGALKANLAH KERAGU-RAGUAN Bissmillaahirromaanirrohiim Dari Abu Muhammad, Al Hasan bin 'Ali bin Abu Thalib, cucu Rasulullah saw dan kesayangan beliau telah berkata: ''Aku telah menghafal (sabda) dari Rasulullah saw : ''Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, bergantilah kepada apa yang tidak meragukan kamu.'' (HR. Tirmidzi dan Nasa-i ) Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, Saudaraku yang dimulyakan Allah, kalimat ''yang meragukan kamu'', itu maksudnya tinggalkanlah sesuatu yang menjadikan kamu ragu-ragu dan bergantilah kepada hal yang tidak meragukan. Hadist ini kembali kepada pengertian Hadist keenam, yaitu sabda Baginda Rasulullah saw : ''Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya banyak perkara syubhat.'' Pada Hadist lain disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: '' Seseorang tidak akan mencapai derajat taqwa sebelum ia meninggalkan hal-hal yang tidak berguna karena khawatir berbuat sia-sia.'' (HR. Tirmidzi) Tingkatan sifat semacam ini lebih tinggi dari sifat meninggalkan yang meragukan. Wallahu'alam biishawab Barakallah fikum wa jazakumullah khairan khatsira Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. ~* GL *~
Senin, 10 September 2012
SALING BANTU SESAMA MUSLIM Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Bissmillaahirrohmaanirrohiim Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda: ''Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya datu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya didunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya. Barang siapa menempuh satu jalan untuk mencari ilmu, pasti Allah memudahkan baginya jalan ke surga. Apabila berkumpul suatu kaum di salah satu masjid untuk membaca Al Qur'an secara bergantian dan mempelajarinya, niscaya mereka akan diliputi sakinah (ketenangan), diliputi rahmat, dan dinaungi malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk-makhluk lain di sisi-Nya. Barang siapa yang lambat amalannya, maka tidak akan dipercepat kenaikan derajatnya.'' (HR. Muslim) Saudaraku yang dimulyakan Alla, Hadist ini amat berharga, mencakup berbagai ilmu, prinsip-prinsip agama, dan akhlaq. Hadist ini membuat keutamaan memenuhi kebutuhan-kebutuhan orang mukmin, memberi manfaat kepada mereka dengan fasilitas ilmu, harta, bimbingan, atau petunjuk yang baik, atau nasihat dan sebagainya. Kalimat ''barang siapa yang menutupi aib seorang muslim'', maksudnya menutupi kesalahan orang-orang yang baik, bukan orang-orang yang sudah dikenal suka berbuat kerusakan. Hal ini berlaku dalam menutup perbuatan dosa yang terjadi dan telah berlalu. Adapun bila diketahui orang tersebut suka berbuat maksiat, maka hendaklah ia segera mencegah dan menghalanginya. Jika tidak mampu mencegahnya, hendaklah diadukan kepada penguasa, sekiranya langkah ini tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. Adapun orang yang sudah tahu bahwa hal itu maksiat tetapi tetap melanggarnya, hal itu tidak perlu ditutupi, karena menutup kesalahannya dapat mendorong dia melakukan kerusakan dan tindakan menyakiti orang lain serta melanggar hal-hal yang haram dan menarik orang lain untuk berbuat serupa. Dalam hal semacam ini dianjurkan untuk mengadukannya kepada penguasa, jika yang bersangkutan tidak khawatir terjadi bahaya. Begitu pula halnya dengan tindakan mencela rawi hadist, para saksi, pemungut zakat, pengurus waqaf, pengurus anak yatim, dan sebagainya, wajib dilakukan jika diperlukan. Tidaklah dibenarkan menutupi cacat mereka jika terbukti mereka tercela kejujurannya. Perbuatan semacam itu bukanlah termasuk menggunjing yang diharamkan, tetapi termasuk nasihat yang diwajibkan. Kalimat ''Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya.'' Kalimat umum ini maksudnya ialah: bahwa seseorang apabila punya keinginan kuat untuk menolong saudaranya, maka sepatutnya harus dikerjakan, baik dalam bentuk kata-kata atau pembelaan atas kebenaran, didasari rasa iman kepada Allah ketika melaksanakannya. Dalam sebuah Hadist disebutkan tentang keutamaan memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan dan keutamaan seseorang yang menuntut ilmu. Hal itu menyatakan keutamaan orang yang menyibukkan diri menuntut ilmu. Adapun ilmu yang dimaksud di sini adalah ilmu syar'i dengan syarat niatnya adalah mencari keridhaan Allah, sekalipun syarat ini juga berlaku dalam setiap perbuatan ibadah. Kalimat ''apabila berkumpul suatu kaum di salah satu masjid untuk membaca Al Qur'an secara bergantian dan mempelajarinya'' menunjukkan keutamaan berkumpul untuk membaca Al Qur'an bersama-sama di masjid. Kata-kata ''sakinah'' dalam Hadist ada yang berpendapat maksudnya adalah rahmat. Akan tetapi pendapat ini lemah, karena kata rahmat disebut juga di dalam Hadist ini. Pada kalimat''apabila berkumpul suatu kaum,'' kata ''kaum'' disebut dengan bentuk nakirah, maksudnya kaum apa saja yang berkumpul untuk melakukan hal seperti itu, akan mendapatkan keutamaan. Rasulullah saw tidak mensyaratkan kaum tertentu, misalnya: ulama, golongan zuhud, atau orang-orang yang berkedudukan terpandang. Makna kalimat ''malaikat menaungi mereka'' maksudnya mengelilingi dan mengitari sekelilingnya, seolah-olah para malaikat dekat dengan mereka sehingga menaungi mereka, tidak ada satu celahpun yang dapat disusupi setan. Kalimat ''diliputi rahmat'' maksudnya dipayungi rahmat dari segala segi. Syaikh Syihabudin bin Faraj berkata : ''Menurut pendapatku, diliputu rahmat itu maksudnya ialah dosa-dosa yang telah lalu diampuni, InsyaAllah.'' Kalimat ''Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk-makhluk lain di sisi-Nya'' mengisyaratkan bahwa Allah menyebutkan nama-nama mereka di lingkungan para Nabi dan para malaikat yang utama. Wallahu'alam biishawab Barakallah fikum wa jazakumullah khairan khatsira Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. ~ * GL * ~
Sabtu, 08 September 2012
JANGAN MUDAH MARAH Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh Bissmillaahirrohmaanirrohiim Dari Abu Huairah ra, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad saw: ''Berilah wasiat kepadaku.'' Rasulullah saw bersabda: ''Janganlah engkau mudah marah.'' Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau: ''Jangan engkau mudah marah.'' (HR. Bukhari) Saudaraku yang budiman, pengarang kitab Al Ifshah berkata:''Boleh jadi Nabi mengetahui laki-laki tersebut sering marah, sehingga nasihat ini ditujukan khusus padanya. Nabi Muhammad saw memuji orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya ketika marah. Sabda beliau: ''Bukanlah dikatakan orang kuat karena dapat membanting lawannya, tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya diwaktu marah.'' (HR. Bukhari, no.5649) Allah juga memuji orang yang dapat mengendalikan nafsunya ketika marah dan suka memberi maaf kepada orang lain. Diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw, bahwa beliau bersabda: ''Barang siapa menahan marahnya padahal ia sanggup untuk melampiaskannya, maka kelak Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan segala makhluk, sehingga ia diberi hak memilih bidadari yang disukai.'' (HR. Tirmidzi) Pada Hadist lain: ''Marah itu dari setan.'' (HR. Abu Dawud, no.4152) Saudaraku yang budiman, oleh karena itu maka orang yang marah menyimpang dari keadaan normal, berkata yang bathil, berbuat yang tercela, menginginkan kedengkian, perseteruan, dan perbuatan-perbuatan tercela. Semua itu adalah akibat dari rasa marah. Hadist lain menyebutkan bahwa: ''Sesungguhnya mengucap: '' a'uudzu billaahi minasy syaithaanirrajiim '' dapat menghilangkan rasa marah.'' (HR. Tirmidzi) Karena sesungguhnya setanlah yang mendorong marah. Setiap orang yang menginginkan hal-hal yang terpuji, setan selalu membelokkannya dan menjauhkannya dari keridhaan Allah, maka mengucapkan ''a'uudzubillaahi minasy syaithaanirrajiim'' merupakan senjata yang paling kuat untuk menolak tipu daya setan ini. Semoga Allah melindungi kita dari rasa marah. Wallahu'alam biishawab Barakallah fikum wa jazakumullah khairan khatsira Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. ~¤ G L¤~ Dari
Kamis, 06 September 2012
KEBAJIKAN ITU KELUHURAN AKHLAQ Assalamualaikum wr wb Bissmillahirrohmaanirrohiim Dari An Nawas bin Sam'an ra, dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda: ''Kebajikan itu keluhuran akhlaq sedangkan dosa adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya.'' (HR. Muslim) Dan dari Wabishah bin Ma'bad ra, ia berkata: '' Aku telah datang kepada Rasulullah saw, lalu beliau bersabda: ''Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?'' Aku menjawab: ''Benar''. Beliau bersabda: ''Mintalah fatwa dari hatimu. Kebajikan itu adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati; dan dosa itu adalah apa-apa yang meragukan jiwa dan meresahkan hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.'' (HR. Ahmad dan Darimi, Hadist hasan) Saudaraku yang dimulyakan Allah, sabda beliau ''Kebajikan itu keluhuran akhlaq'', maksudnya ialah bahwa keluhuran akhlaq adalah sebaik-baik kebajikan, sebagaimana sabda beliau:'' Haji adalah Arafah,'' Adapun kebajikan adalah perbuatan yang menjadikan pelakunya menjadi baik, selalu berupaya mengikuti orang-orang yang berbuat baik, dan taat kepada Allah yang Maha Mulia lagi maha Tinggi. Yang dimaksud dengan berakhlaq baik yaitu jujur dalam bermuamalah, santun dalam berusaha, adil dalam hukum, bersungguh-sungguh dalam berbuat kebajikan, dan beberapa sifat orang2 mukmin yang Allah sebutkan di dalam surah Al Anfal: ''Orang-orang mukmin yaitu orang-orang yang ketika nama Allah disebut, hati mereka gemetar, dan ketika ayat-ayat-Nya dibacakan kepada mereka, iman mereka makin bertambah; dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (Yaitu) mereka yang melaksanakan shalat dan mengeluarkan infaq dari sebagian harta yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar mukmin.'' ( Al Anfaal (8) ayat 2-4 ) Dan firman-Nya: ''Orang-orang yang bertobat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang mengembara (di jalan Allah), yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan berbuat yang mungkar, serta yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang Mukmin itu.'' (At Taubah (9) ayat 112 ) Dan firman-Nya: ''Sungguh beruntung orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sholatnya, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau terhadap budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari selain dari itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang diberikan kepadanya) dan janjinya; dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yaitu) mewarisi (surga) Firdaus, mereka kekal di dalamnya.'' (Al Mukminun (23) ayat 1-10 ) Dan firman-Nya: ''Hamba-hamba Tuhan yang Maha Pengasih adalah mereka yang berjalan di atas bumi dengan rasa rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka menanggapinya dengan kata-kata yang baik.'' (Al Furqan (25) ayat 63) Saudaraku yang dirahmati Allah, barang siapa yang merasa belum jelas mengenai sifat dirinya, maka hendaklah bercermin pada ayat-ayat tersebut. Dengan adanya semua sifat itu pada dirinya pertanda bahwa dia berakhlaq baik. Sebaliknya, jika semuanya tidak ada pada dirinya pertanda dia berakhlak buruk. Bila terdapat sebagian saja, maka hendaklah ia bersungguh-sungguh memelihara yang ada itu dan mengupayakan yang belum ada padanya. Janganlah seseorang menganggap bahwa akhlaq yang baik itu hanyalah bersifat lemah lembut kepada orang lain dan meninggalkan perbuatan-perbutan keji dan dosa saja, sebaliknya orang yang tidak seperti itu dianggap rusak akhlaqnya. Akan tetapi, yang disebut akhlaq baik yaitu seperti yang telah kami sebutkan mengenai sifat-sifat orang mukmin dan perilaku mereka. Termasuk akhlaq baik ialah sabar menghadapi gangguan dalam menjalankan agama. Dalam Hadist riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa ada seorang Arab gunung menarik selendang sutera Rasulullah saw sehingga membekas pada bahu beliau, dan orang itu berkata: ''Wahai Muhammad, serahkanlah kepadaku harta Allah yang ada di tanganmu.'' Kemudian Nabi Muhammad saw menoleh kepada orang itu, beliau kemudian tertawa dan menyuruh untuk memberi kepada orang itu. Sabda Rasulullah saw ''dosa adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya'' maksudnya adalah perbuatan yang ditolak oleh hati nurani. Ini merupakan suatu pedoman untuk membedakan antara dosa dan kebaikan. Dosa menimbulkan keraguan dalam hati dan tidak senang jika orang lain mengetahuinya. Yang dimaksud dengan ''orang lain'' disini adalah orang-orang baik, bukan orang-orang yang telah rusak akhlaqnya. Demikianlah yang disebut dosa, karena itu tinggalkanlah perbuatan tersebut. Wallaahu a'lam biishawab Barakallah fikum wa jazakumullah khairan khatsira. Wassalamualaikum wr wb,,,,
SEGALA MACAM PERBUATAN BAIK ADALAH SHADAQAH Assalamualaikum wr wb Bissmillahirrohmaanirrohiim Dari Abu Hurairah ra, ia berkata:''Telah bersabda Rasulullah saw: ''Setiap anggota badan manusia diwajibkan bershadaqah setiap hari selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah shadaqah, kamu menolong seseorang naik keatas kendaraannya adalah shadaqah, berkata yang baik adalah shadaqah, setiap langkah berjalan untuk shalat adalah shadaqah, dan menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah.'' (HR. Bukhari dan Muslim) Saudaraku yang dimulyakan Allah, dalam shahih Muslim disebut jumlah anggota badan ada tiga ratus enam puluh. Qadhi 'Iyadh berkata: ''Pada asalnya kata ''sulaama'' bermakna tulang, telapak tangan, jari-jari, dan kaki, kemudian kata tersebut biasa dipakai dengan arti seluruh anggota badan.'' Sebagian ulama berkata: ''Yang dimaksud disini adalah shadaqah anjuran atau peringatan, bukan berarti shadaqah yang wajib. Sabda Beliau'' Kamu mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah shadaqah'' maksudnya adalah mendamaikan keduanya secara adil. Pada Hadist lain riwayat Muslim disebutkan: ''Setiap anggota badan dari seseorang di antara kamu dapat berbuat shadaqah. Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, amar ma'ruf adalah shadaqah, nahi mungkar adalah shadaqah, tetapi semuanya itu bisa dicukupkan dengan (melakukan) dua raka'at shalat Dhuha.'' Maksudnya, semua shadaqah yang dilakukan oleh anggota badan tersebut dapat diganti dengan dua raka'at shalat Dhuha, karena shalat merupakan kerja dari semua anggota badan. Jika seseorang shalat, maka seluruh anggota badannya menjalankan fungsinya masing-masing. Wallaahu a'lam biishawab Barakallah fikum wa jazakumullah khairan khatsira Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. ~* G L *~
Senin, 03 September 2012
AGAMA ADALAH NASIHAT Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Bissmillaahirrohmaanirrohiim Dari Abu Ruqayyah Tamiin bin Aus Ad Daari ra, sesungguhnya Nabi Muhammad saw telah bersabda: ''Agama itu adalah nasihat.'' Kami bertanya: ''Untuk siapa?'' Sabda Beliau: ''Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim.'' (HR. Muslim) Saudaraku yang dimulyakan Allah, kata ''nasihat'' merupakan sebuah kata singkat penuh isi, maksudnya ialah segala hal yang baik. Dalam bahas Arab tidak ada kata lain yang pengertiannya setara dengan kata''nasihat'', sebagaimana disebutkan oleh para ulama Bahasa Arab tentang kata ''al fallaah'' yang tidak mepunyai padanan setara, yang mencakup makna kebaikan dunia dan akhirat. Kalimat ''agama adalah nasihat'' maksudnya adalah sebagai tiang dan penopang-penopang agama, sebagaimana halnya sabda Nabi Muhammad saw: ''haji adalah Arafa'', maksudnya wukuf dl 'Arafah adalah tiang dan bagian terpenting haji. Tentang penafsiran kata ''nasihat'' dan berbagai cabangnya, Khathabi dan ulama-ulama lain mengatakan : Pertama, nasihat untuk Allah, maksudnya beriman semata-mata kepada-Nya, menjauhkan diri dari syirik dan sikap ingkar terhadap sifat-sifat-Nya, memberikan kepada Allah sifat-sifat sempurna dan segala keagungan, menyucikan-Nya dari segala sifat kekurangan, menaati-Nya, menjauhkan diri dari perbuatan dosa, mencintai dan membenci sesuatu semata-mata karena-Nya, berjihad menghadapi orang-orang kafir, mengakui dan bersyukur atas semua nikmat-Nya, berlaku ikhlas dalam segala urusan, mengajak melakukan segala hal-hal yang baik sebagaimana tersebut diatas, menganjurkan orang lain untuk berbuat semacam itu, dan sikap lemah-lembut kepada sesama manusia. Khathabi berkata: ''Secara prinsip, sifat-sifat baik tersebut kebaikannya kembali kepada pelakunya sendiri, karena Allah tidak memerlukan kebaikan dari siapa pun.'' Kedua, nasihat untuk kitab-Nya maksudnya adalah beriman kepada firman-firman Allah dan diturunkan-Nya firma-firman itu kepad rasul-Nya, meyakini bahwa itu semua tidaklah sama dengan perkataan manusia dan tidak pula dapat dibandingkan dengan perkataan siapa pun, kemudian menghormati firman Allah, mebacanya dengan sunggu-sungguh, melafazhkannya dengan baik dengan sikap rendah hati dalam mebacanya, menjaga dari takwilan orang-orang yang menyimpang, membenarkan segala isinya, mengikuti hukum-hukumnya, memahami berbagai macam ilmunya dan kalimat-kalimat perumpamaannya, mengambilnya sebagai pelajaran, merenungkan segala keajaibannya, mengamalkan dan menerima apa adanya tentang ayat-ayat mutasyabih, mengakui ayat-ayat yang bersifat umum, dan mengajak manusia pada hal-hal sebagaimana tersebut di atas dalam mengimani kitabullah. Ketiga, nasihat untuk rasul-Nya maksudnya membenarkan ajaran-ajarannya, mengimani semua yang dibawanya, menaati perintah dan larangannya, mebelanya semasa hidup maupun sesudah matinya, melawan para musuhnya, membela para pengikutnya, menghormati haknya, memuliakannya, menghidupkan sunnahnya, mengikuti seruannya, menyebarluaskan tuntunannya, tidak menuduhnya melakukan hal yang tidak baik, menyebarluaskan ilmunya dan memahami segala arti dari ilmu-ilmu itu, mengajak manusia kepada ajarannya, berlaku santun dalam mengajarkannya, mengagungkannya dan berlaku baik ketika membaca sunah-sunahnya, tidak membicarakan hal-hal yang tidak diketahuinya tentang sunnahnya, memuliakan para pengikut sunnahnya, meniru akhlak dan kesopanannya, mencintai keluarganya, para sahabatnya, meninggalkan orang yang melakukan perkara bid'ah dan orang yang tidak mengakui salah seorang shahabat beliau dan lain sebagainya. Keempat, nasihat untuk para pemimpin umat Islam, maksudnya ialah menolong mereka dalam kebenaran, menaati perintah mereka dan memperingatkan kesalahan mereka dengan lemah lembut, memberitahu mereka jika mereka lupa, memberitahu kepada mereka apa yang menjadi hak-hak kaum muslim, tidak melawan mereka dengan senjata, mempersatukan hati umat untuk taat kepada mereka, dan makmum shalat di belakang mereka, berjihad bersama mereka dan mendo'akan mereka. Kelima, nasihat untuk seluruh kaum muslim selain penguasa, maksudnya ialah memberikan bimbingan kepada mereka apa yang dapat memberikan kebaikan bagi mereka dalam urusan dunia dan akhirat, memberikan bantuan kepada mereka, menutup aib cacat mereka, menghindarkan mereka dari hal-hal yang membahayakan dan mengusahakan kebaikan bagi mereka, menyuruh mereka berbuat ma'ruf dan mencegah mereka dari kemungkaran dengan sikap santun dan ikhlas, kasih sayang kepada mereka, memuliakan yang tua dan menyayangi yang muda, memberikan nasihat yang baik kepada mereka, menjauhi kebencian dan kedengkian, mencintai sesuatu yang menjadi hak mereka seperti mencintai sesuatu yang menjadi miliknya sendiri, tidak menyukai sesuatu yang tidak mereka sukai sebagaimana yang ia sendiri tdk menyukainya, melindungi dan menjaga mereka. Wallahu a'lam biishawab Wassalamu'alaikum wr wb
Minggu, 02 September 2012
MILIKILAH SIFAT MALU Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh Bissmillaahirrohmaanirrohiim Dari Abu Mas'ud, 'Uqbah bin 'Amr Al anshari Al Badri ra, ia berkata:''Rasulullah saw telah bersabda: ''Sesungguhnya di antara yang didapat manusia dari kalimat kenabian yang pertama ialah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.'' (HR. Bukhari) Saudaraku yang dirahmati Allah, sabdanya ''kalimat kenabian yang pertama'' maksudnya ialah bahwa rasa malu selalu terpuji dan dipandang baik, selalu diperintahkan oleh setiap nabi dan tidak pernah dihapuskan dari syari'at para nabi sejak dahulu. Sabda beliau ''berbuatlah sekehendakmu'', mengandung dua pengertian, yaitu: pertama, berarti ancaman dan peringatan keras, bukan merupakan perintah, sebagaimana sabda Beliau: ''Lakukanlah sesuka kamu'' (HR. Bukhari, no.2785 ) yang juga berarti ancaman, sebab kepada mereka telah diajarkan apa yang harus dijalankan dan apa yang harus ditinggalkan. Demikian juga sabda Rasulullah saw: ''Barang siapa yang menjual khamr maka hendaklah dia memotong-motong daging babi.'' (HR. Abu Dawud, no.3027) tidak berarti bahwa beliau membenarkan melakukan hal semacam itu. Pengertian kedua ialah hendaklah melakukan apa saja yang kamu tidak malu melakukannya, seperti halnya sabda Nabi Muhammad saw: ''Malu itu sebagian dari iman'' (HR. Muslim, no.52) Maksud malu disini adalah malu yang dapat menjauhkan dirinya dari perbuatan keji dan mendorongnya berbuat kebajikan. Demikian juga bila malu dapat mendorong seseorang meninggalkan perbuatan keji kemudian melakukan perbuatan-perbuatan baik, maka malu semacam ini sederajat dengan iman karena kesamaan pengaruhnya pada seseorang. Wallaahu a'lam biishawab Barakallah fikum wa jazakumullah khairan khatsira Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. ~¤ GL ¤~
Jumat, 31 Agustus 2012
BERSIH SEBAGIAN DARI IMAN Assalamualaikum wr wb Bissmillaahirrohmaanirrohim Dari Abu Malik, Al Harits bin Al Asy'ari ra, ia berkata: ''Telah bersabda Rasulullah saw: ''Suci itu sebagian dari iman, (bacaan) Alhamdulillaah memenuhi timbangan, (bacaan) Subhaanallaah dan alhamdulillah keduanya memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi. Sholat itu adalah nur, shadaqah adalah pembela, sabar adalah cahaya, dan Al Qur'an menjadi pembela kamu atau musuh kamu. Setiap manusia bekerja, lalu dia menjual dirinya, kemudian pekerjaan itu dapat menyelamatkannya atau mencelakakannya.'' (HR. Muslim) Saudaraku yang dirahmati Allah, hadist ini memuat salah satu pokok ajaran Islam dan memuat salah satu dari kaedah penting Islam dan agama. Adapun yang dimaksud dengan kata ''Suci'' ialah perbuatan bersuci. Terdapat perbedaan pendapat tentang maksud kalimat ''Suci itu sebagian dari iman,'' yaitu: pahala suci merupakan sebagian dari pahala iman, sedangkan yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan iman disini adalah shalat, sebagaimana firman Allah : ''Allah tidak menyia-nyiakan iman(shalat) kamu.'' (Al Baqarah (2) ayat 143) Thaharah atau bersuci merupakan salah satu dari syarat sahnya shalat. Jadi, bersuci merupakan sebagian pekerjaan shalat. Sabda Nabi Muhammad saw:''(bacaan) alhamdulillah memenuhi timbangan orang yg mengucapkannya. Dalam Al Qur'an dan Sunnah diterangkan tentang timbangan amal, berat dan ringannya. Begitu juga sabda Muhammad saw ''(bacaan) Subhannallah dan alhamdulillaah keduannya memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi.'' Hal ini karena besarnya keutamaan ucapan tsb yg berisi menyucikan Allah dari segala sifat kekurangan dan cacat. Sabda Rasulullah saw, ''Shalat itu adalah nur'' maksudnya ialah shalat itu mencegah perbuatan maksiat, merintangi perbuatan2 keji dan mungkar, serta menunjukkan ke jalan yang benar, sebagaimana cahaya yg dijadikan orang sbg penunjuk jalan. Sebagian yg lain berpendapat bahwa yg dimaksudkan, shalat itu kelak akan menjadi petunjuk jalan bagi pelakunya di hari kiamat. Sedangkan sebagian yg lain lagi berpendapat bahwa shalat seseorang kelak akan menjadi cahaya yg memancar di wajahnya di hari kiamat, dan ketika di dunia menjadikan wajah pelakunya cemerlang, yang mana hal ini tidak diperoleh orang-orang yg tidak shalat. Wallahu a'lam. Tentang sabda Nabi Muhammad saw:''shadaqah adalah pembela'', pengarang kitab At Tajrid mengatakan, maksudnya ialah dia akan membutuhkan pembelaan dari shadaqah (zakat)nya, sebagaimana ia membutuhkan pembelaan dg berbagai bukti2 yg dapat menyelamatkannya dari hukuman. Seolah-olah seseorang jika kelak di hari kiamat dimintai tanggung jawab dalam membelanjakan hartanya, maka shadaqah (zakat)nya dapat menjadi pembela bagi dirinya dalam memberikan jawaban. Pendapat lain mengatakan bahwa maksudnya ialah shadaqah (zakat)nya menjadi bukti keimanan pelakunya. Hal ini karena orang yang munafik tidak mau mengeluarkan zakat karena tidak meyakininya. Barang siapa yg mengeluarkan zakat, hal itu menunjukkan kekuatan imannya. Sabda Nabi Muhammad saw: ''sabar adalah cahaya'' maksudnya sabar itu sifat yg terpuji dalam agama, yaitu sabar dalam melaksanakan ketaatan dan dalam menjauhi kemaksiatan. Demikian juga sabar menghadapi hal yg tidak disenangi di dunia ini. Maksudnya, sabar itu sifat yg terpuji yg selalu membuat pelakunya memperoleh petunjuk untuk mendapatkan kebenaran. Ibrahim Al Khawash berkata: ''Sabar itu teguh berpegang kpd Al Qur'an dan Sunnah.''Ada yg berkata:''Sabar yaitu teguh menghadapi segala macam cobaan dg sikap dan perilaku yg baik.'' Abu 'Ali Ad Daqqaq berkata: ''Sabar yaitu sikap tidak mencela taqdir. Akan tetapi, sekedar menyatakan keluhan ketika menghadapi cobaan tidaklah dikatakan menyalahi sifat sabar.'' Allah berfirman tentang kasus Nabi Ayyub: ''Sungguh Kami mendapati dia seorang yang sabar, hamba yang sangat baik, dan orang yang suka bertobat.'' (Shaad (38) ayat 44) Padahal Nabi Ayyub pernah mengeluh dg berkata: ''Sungguh bencana telah menimpaku dan Engkau (Ya Allah) adalah Tuhan yang paling berbelas kasih.'' (Al Anbiyya' (21) ayat 83) Sabda Nabi saw : '' Al Qur'an menjadi pembela kamu atau musuh kamu'', maksudnya jelas, yaitu bermanfaat jika kamu baca dan kamu amalkan, tetapi jika tidak, akan menjadi musuh kamu. Sabda Nabi saw : ''Setiap manusia bekerja, lalu dia menjual dirinya, kemudian pekerjaan itu dapat menyelamatkan atau mencelakakannya,'' maksudnya setiap orang yg bekerja untuk dirinya. Ada orang yg menjual dirinya kpd Allah dengan berbuat ketaatan kepada-Nya sehingga dirinya selamat dari adzab, seperti firman Allah: '' Sungguh Allah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka, sehingga mereka mendapatkan surga.'' (At Taubah (9) ayat 111). Ada orang yg menjual dirinya kepada setan dan hawa nafsunya dg mengikuti bisikan2nya shg dirinya jadi celaka. Audzubilla Mindaliq! Wallahu'alam biishawab Wassalamu' alaikum wr wb,,
Selasa, 28 Agustus 2012
MINTALAH TOLONG KEPADA ALLAH Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bissmillaahirrohmaanirrohiim. Dari Abu Al'Abbas, 'Abdullah bin 'Abbas ra, ia berkata: ''Pada suatu hari saya pernah berada di belakang Nabi Muhammad saw, beliau bersabda: ''Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga kamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia di hadapanmu. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta tolong, mintalah tolong juga kepada Allah. Ketahuilah sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan kepadamu sesuatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang sudah Allah tetapkan untuk dirimu. Segenap pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.'' (HR. Tirmidzi ) Dalam riwayat selain Tirmidzi: ''Hendaklah kamu selalu selalu mengingat Allah, pasti kamu mendapati-Nya dihadapanmu. Hendaklah kamu mengingat Allah di waktu lapang (senang), niscaya Allah akan mengingat kamu di waktu sempit (susah). Ketahuilah bahwa apa yang semestinya tidak menimpa kamu, tidak akan menimpamu, dan apa yang semestinya menimpamu tidak akan terhindar darimu. Ketahuilah sesungguhnya kemenangan menyertai kesabaran dan sesunggunya kesenangan menyertai kesusahan dan kesulitan.'' Saudaraku yang dirahmati Allah, riwayat hidup 'Abdullah bin 'Abbas sudah banyak dikenal. Baginda Rassulullah saw mendo'akannya dengan sabdanya: ''Ya Allah, jadikan dia paham tentang agamanya dan ajarkanlah kepadanya penafsiran Al Qur'an.'' (HR. Ahmad ) Kanjeng Nabi juga mendo'akannya agar diberi hikmah dua kali. Ada riwayat yang sah dari dirinya bahwa dia pernah melihat Jibril dua kali. Ia adalah ulama yang kaya ilmu dikalangan umat Islam. Rasulullah saw melihatnya sebagai seorang anak yang patut menerima pesan beliau. Rasulullah saw bersabda kepadanya: ''Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga kamu, '' maksudnya hendaklah kamu menjadi orang yang taat kepada Tuhanmu, melaksanakan semua perintah-Nya, dan menjauhi semua larangan-Nya. Sabda Rasulullah saw : '' Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia dihadapanmu,'' maksudnya hendaklah beramal karena-Nya dengan penuh ketaatan sehingga Allah tidak memandangmu sebagai orang yang menyalahi perintah-Nya, niscaya kamu akan mendapati Allah menjadi penolongmu di saat situasi sulit, seperti yang pernah terjadi pada kisah tiga orang yang tertimpa hujan lebat lalu mereka berlindung di dalam gua, kemudian pintu gua tertutup batu. Pada saat itu mereka berkata kepada sesamanya: ''Ingatlah kebaikan yang pernah kamu lakukan, lalu mohonlah kepada Allah dengan kebaikan itu supaya kamu diselamatkan.'' Kemudian masing-masing menyebut kebaikan yang pernah dilakukan, maka batu penutup gua itu kemudian terbuka lalu mereka dapat keluar. Kisah mereka ini populer dan terdapat pada Hadist shahih. Sabda Nabi Muhammad saw: '' Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta tolong, mintalah tolong juga kepada Allah,'' maksudnya memberikan petunjuk supaya bertawakal kepada Allah, tidak bertuhan kepada selain Allah, tidak menggantungkan nasibnya kepada siapapun baik sedikit maupun banyak. Allah berfirman: ''Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah maka Allah pasti akan memberinya kecukupan.'' ( Ath Thalaq (65) ayat 3 ) Berapa besarketergantungan seseorang kepada selain Allah baik dalam hatinya maupun dalam angan-angannya, maka sebesar itu pula ia telah menjauhkan diri dari Allah untuk bergantung pada sesuatu yang tidak kuasa memberinya manfaat atau kerugian. Begitu juga takut kepada selain Allah. Dalam hal ini Rasulullah saw menegaskan dengan sabdanya: ''Ketahuilah, sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan kepadamu sesuatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang sudah Allah tetapkan untuk dirimu.'' Begitu pula dalam hal kerugian, ''niscaya tidak akan membahayakan kamu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu.'' Inilah yang disebut iman kepada takdir. Iman kepada takdir adalah wajib, baik takdir yang baik maupun yang buruk. Apabila seorang mukmin telah yakin dg hal ini, maka apa perlunya dia meminta kpd selain Allah atau memohon pertolongan kepada yang lain. Begitu pula jawaban Nabi Muhammad saw kpd malaikat Jibril ketika ia bertanya kepada beliau saat berada di langit (ketika mi'raj): ''Apakah engkau mebutuhkan pertolongan?'' Beliau menjawab: '' Kalau kepadamu tidak.'' Sabda Nabi Muhammad saw:''Segenap pena telah diamgkat dan lembaran-lembaran telah kering'' menguatkan keterangan tsb diatas, maksudnya tdk berlawanan dg apa yg telah dijelaskan sebelumnya. Kemudian sabda Beliau: ''Ketahuilah sesungguhnya kemenangan menyertai kesabaran dansesungguhnya kesenangan menyertai kesusahan dan kesulitan,'' maksudnya Beliau mengingatkan kpd manusia di dunia ini, terutama orang2 shalih bahwa mereka itu selalu dihadapkan kpd ujian dan cobaan. Wallahu'alam biishawab,, Barakallah fiikum wa jazakumullah khairan khatsiran Wassalamu'alaikum wr wb.
Senin, 27 Agustus 2012
SETELAH MELAKUKAN KESALAHAN DISUSUL DENGAN KEBAIKAN Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh Bissmillaahirrohmaanirrohiim Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah, dan Abu 'Abdurrahman, Mu'adz bil Jabal ra, dari Rasulullah saw, Beliau bersabda: ''Bertaqwalah kepada Allah dimana saja engkau berada, dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya, dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik.'' (HR. Tirmidzi, ia telah berkata: Hadist ini hasan, pada lafadzh lain hasan shahih) Saudaraku yang dirahmati Allah, riwayat hidup Abu Dzar itu banyak. Ia masuk Islam ketika Rasulullah saw masih di Makkah, dan beliau menyuruhnya kembali kepada kaumnya. Namun ketika Rasulullah saw menyaksikan tekadnya untuk tinggal di Makkah bersama beliau, maka Rasulullah saw tidak mampu lagi mencegahnya. Sabda Rasulullah saw kepada Abu Dzar: ''Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada, dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapusnya.'' Hal ini sejalan dengan firman Allah: ''Sesungguhnya segala amal kebajikan menghapus segala perbuatan dosa.'' (Huud (11) ayat 114) Sabda beliau,''bergaullah sesama menusia dengan akhlaq yang baik'', maksudnya bergaullah dengan manusia dengan cara-cara yang kamu merasa senang bila diperlakukan oleh mereka dengan cara seperti itu. Ketahuilah bahwa yang paling berat timbangannya di akhirat kelak adalah akhlaq yang baik. Rasulullah saw bersabda: ''Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kamu dan yang paling dekat kepadaku posisinya pada hari kiamat adalah orang-orang yang paling baik akhlaqnya di antara kamu.'' (HR Tirmidzi, Ahmad no. 17066) Saudaraku yang dirahmati Allah, akhlaq yang baik adalah sifat para nabi, para rasul, dan orang-orang mukmin pilihan. Perbuatan buruk hendaklah tidak dibalas dengan keburukan, tetapi dimaafkan dan diampuni serta dibalas dengan kebaikan. Wallahu'alam biishawab Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan khatsiran Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. ~* GL*~
~¤> ISTIQAMAH <¤~ Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Bissmillaahirrohmaanirrohiim Dari Abu'Amr- atau Abu 'Amrah- , Sufyan bin 'Abdullah ra , ia berkata: ''Aku telah berkata: ''Wahai Rassulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam, suatu perkataan yang aku tak akan dapat menanyakannya kepada seseorang pun kecuali kepadamu.'' Bersabdalah Rasulullah saw : ''Katakanlah: Aku telah beriman kepada Allah, kemudian beristiqamalah kamu.'' (HR. Muslim) Saudaraku yang dirahmati Allah, kalimat ''katakanlah kepadaku tentang Islam, suatu perkataan yang aku tak akan dapat menanyakan kepadaku seorang pun kecuali kepadamu,'' maksudnya adalah ajarkanlah kepadaku satu kalimat yang pendek, padat berisi tentang pengertian Islam yang mudah saya mengerti, sehingga saya tidak lagi perlu penjelasan orang lain untuk menjadi dasar saya beramal. Maka Rasulullah saw menjawab: ''Katakanlah: '' Aku telah beriman kepada Allah, kemudian beristiqamalah kamu.'' Ini adalah kalimat pendek, padat berisi yang Allah berikan kepada Rasulullah saw. Dalam dua kalimat ini telah terpenuhi pengertian iman dan islam secara utuh. Beliau menyuruh orang tersebut untuk selalu memperbaruhi imannya dengan ucapan lisan dan mengingat dalam hati, serta menyuruh dia secara teguh melaksanakan amal-amal shalih dan menjauhi semua dosa. Hal ini karena seseorang tidak dikatakan istiqamah jika ia menyimpang walaupun hanya sebentar. Hal ini sejalan dengan firman Allah: ''Sesungguhnya mereka yang berkata : Allah adalah Tuhan kami kemudian mereka istiqamah...'' (Fushshilat (41) ayat 30) yaitu iman kepada Allah semata-mata kemudian hatinya tetap teguh pada keyakinannya itu dan taat kepada Allah sampai mati. 'Umar bin Khaththab berkata: ''Mereka (para sahabat) istiqamah demi Allah dalam menaati Allah dan tidak sedikitpun mereka itu berpaling, sekalipun seperti berpalingnya musang.'' Maksudnya, mereka lurus dan teguh dalam melaksanakan sebagian besar ketaatannya kepada Allah, baik dalam keyakinan, ucapan, maupun perbuatan dan mereka terus-menerus berbuat begitu (sampai mati). Demikianlah pendapat sebagian besar para mufasir. Inilah makna Hadist tersebut, Insya Allah. Begitu pula firman Allah: ''Maka hendaklah kamu beristiqamah seperti yang diperintahkan kepadamu.'' (Huud (11) ayat 112) Menurut Ibnu 'Abbas, tidak satu pun ayat Al Qur'an yang turun kepada Nabi Muhammad saw yang dirasa lebih berat dari ayat ini. Oleh karena itu, Nabi Muhammad pernah bersabda: ''Aku menjadi beruban karena turunnya Surat Huud dan sejenisnya.'' (HR. Thabrani, dlm kitab Al Mu'jam Al Kabii) Abdul Qasim Al Qusyairi berkata: ''Istiqamah adalah satu tingkatan yang menjadi penyempurna dan pelengkap semua urusan. Dengan istiqamah, segala kebaikan dengan semua aturannya dapat diwujudkan.Orang yang tidak istiqamah di daam melakukan usahanya, pasti sia-sia dan gagal.'' Ia berkata pula:''Ada yang berpendapat bahwa istiqamah itu hanyalah bisa dijalankan oleh orang-orang besar, karena istiqamah adalah menyimpang dari kebiasaan, menyalahi adat dan kebiasaan sehari-hari, teguh di hadapan Allah dengan kesungguhan dan kejujuran. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw bersabda: ''Istiqamalah kamu sekalian, maka kamu akan selalu diperhitungkan orang.'' (HR. Ibnu Majah, no 273) Al Washiti berkata:''Istiqamah adalah sifat yang dapat menyempurnakan kepribadian seseorang dan tidak adanya sifat ini rusaklah kepribadian seseorang.'' Wallaahu a'lam biishawab . Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan khatsiran. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. ~¤¤ GL ¤¤~
Sabtu, 25 Agustus 2012
MEMBANTU KESULITAN SESAMA MUSLIM Assalamualaikum wr wb,,, Bissmillahirrohmaanirrohiim,,,,, Dari Abu Hurairah.r.a dari Nabi Muhammad saw , Beliau bersabda:''Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah senantiasa akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya. Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, pasti Allah memudahkan baginya jalan ke surga. Apabila berkumpul suatu kaum di salah satu masjid untuk membaca Al Qur'an secara bergantian dan mempelajarinya, niscaya mereka akan diliputi sakinah (ketenangan), diliputi rahmat, dan dinaungi malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk-makhluk lain di sisi-Nya. Barang siapa yang lambat amalannya, maka tidak akan dipercepat kenaikan derajatnya.'' (HR. Muslim) Hadist ini amat berharga, mencakup berbagai ilmu, prinsip-prinsip agama, dan akhlaq. Hadist ini memuat keutamaan memenuhi kebutuhan-kebutuhan orang mukmin, memberi manfaat kepada mereka dengan fasilitas ilmu, harta, bimbingan, atau petunjuk yang baik, atau nasihat dan sebagainya. Kalimat''barang siapa yang menutupi aib seorang muslim'', maksudnya menutupi kesalahan orang-orang yang baik, bukan orang-orang yang sudah dikenal suka berbuat kerusakan. Hal ini berlaku dalam menutup perbuatan dosa yang terjadi dan telah berlalu. Adapun bila diketahui orang tersebut suka berbuat maksiat, maka hendaklah ia segera mencegah dan menghalanginya. Jika tidak mampu mencegahnya, hendaklah diadukan pada kepada penguasa, sekiranya langkah ini tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. Adapun orang yang sudah tahu bahwa hal itu maksiat tetapi tetap melanggarnya, hal itu tidak perlu ditutupi, karena menutup kesalahannya dapat mendorong dia melakukan kerusakan dan tindakan menyakiti orang lain serta melanggar hal-hal yang haram dan menarik orang lain untuk berbuat serupa. Dalam hal semacam ini dianjurkan untuk mengadukannya kepada penguasa, jika yang bersangkutan tidak khawatir terjadi bahaya. Begitu pula halnya dg tindakan mencela rawi hadist, para saksi, pemungut zakat, pengurus waqaf, pengurus anak yatim, dan sebagainya, wajib dilakukan jika diperlukan. Tidaklah dibenarkan menutupi cacat mereka jika terbukti mereka tercela kejujurannya. Perbuatan semacam itu bukanlah termasuk menggunjing yang diharamkan, tetapi termasuk nasihat yang diwajibkan. Kalimat''Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya.'' Kalimat umum ini maksudnya ialah bahwa seseorang apabila punya keinginan kuat untuk menolong saudaranya, maka sepatutnya harus dikerjakan, baik dalam bentuk kata-kata ataupun pembelaan atas kebenaran, didasari rasa iman kepada Allah ketika melaksanakannya. Dalam sebuah Hadist disebutkan tentang keutamaan memberikan kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan dan keutamaan seseorang yang menuntut ilmu. Hal itu menyatakan keutamaan orang yg menyibukkan diri menuntut ilmu. Adapun ilmu yang dimaksud disini adalah ilmu syar'i dengan syarat niatnya adalah mencari keridhaan Allah, sekalipun syarat ini juga berlaku dalam setiap perbuatan ibadah. Kalimat''apabila berkumpul suatu kaum di salah satu masjid untuk membaca Al Qur'an secara bergantian dan mempelajarinya'', menunjukkan keutamaan berkumpul untuk membaca Al Qur'an bersama-sama dimasjid. Kata-kata ''sakinah'' dalam Hadist ada yang berpendapat maksudnya adalah rahmat. Akan tetapi pendapat ini lemah, karena kata rahmat disebut juga di dalam Hadist ini. Pada kalimat ''apabila berkumpul suatu kaum,'' kata ''kaum'' disebut dengan bentuk nakirah, maksudnya kaum apa saja yang berkumpul untuk melakukan hal seperti itu, akan mendapatkan keutamaan. Nabi Muhammad saw tidak mensyaratkan kaum tertentu, misalnya, ulama, golongan zuhud, atau orang-orang yang berkedudukan terpandang. Makna kalimat ''malaikat menaungi mereka'' maksudnya mengelilingi dan mengitari sekelilingnya, seolah-olah para malaikat dekat dengan mereka sehingga menaungi mereka, tidak ada satu celahpun yang disusupi setan. Kalimat''diliputi rahmat'', maksudnya dipayungi rahmat dari segala segi. Syaikh Syihabudin bin Fajar berkata: ''Menurut pendapatku, diliputi rahmat itu maksudnya ialah dosa-dosa yang telah lalu diampuni, Insya Allah.'' Kalimat''Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk-makhluk lain di sisi-Nya,'' mengisyaratkan bahwa Allah menyebutkan nama-nama mereka di lingkungan para Nabi dan para malaikat yang utama. Wallaahu a'lam biishawab,,,barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan khatsir,,,, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Jumat, 24 Agustus 2012
MAKANLAH DARI REZEKI YANG HALAL
MAKANLAH DARI REZEKI YANG HALAL
Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,,,
Bissmillaahirrohmaanirrohiim,,,
Dari Abu Hurairah . r. a , ia berkata: '' Telah bersabda Rasullullah Saw: ''Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima se
Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,,,
Bissmillaahirrohmaanirrohiim,,,
Dari Abu Hurairah . r. a , ia berkata: '' Telah bersabda Rasullullah Saw: ''Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima se
suatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rasul, maka Allah telah berfirman: 'Wahai para Rasul, makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal shalih. Dan Dia berfirman:'Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu' . Kemudian Beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, berambut kusut, dan berdebu menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo'a: ''Wahai Tuhan, wahai Tuhan'', sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana orang seperti ini dikabulkan do'anya.'' (HR. Muslim )
Kata ''thayyib (baik)'' berkenaan dengan sifat Allah, maksudnya ialah bersih dari segala kekurangan.
Hadist ini merupakan salah satu dasar dan landasan pembinaan hukum Islam. Hadist ini berisi anjuran membelanjakan sebagian dari harta yang halal dan melarang membelanjakan harta yang haram. Makanan, minuman, pakaian, dan sebagainya hendaknya benar-benar yang halal tanpa bercampur yang syubhat.
Orang yang ingin memohon kepada Allah hendaklah memperhatikan persyaratan yang tersebut pada Hadist ini. Hadist ini juga menyatakan bahwa seseorang yang membelanjakan hartanya dalam kebaikan berarti ia telah membersihkan dan menumbuhkan hartanya. Makanan yang enak tetapi tidak halal menjadi malapetaka bagi yang memakannya dan Allah tidak akan menerima amal kebajikannya.
Kalimat''kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, berambut kusut, dan berdebu'', maksudnya ialah menempuh perjalanan jauh untuk melaksanakan kebaikan seperti haji, jihad, dan perbuatan baik lainnya. Amal kebajikan tersebut tidak akan diterima oleh Allah bila yang bersangkutan makan, minum, dan berpakaian dari hasil yang haram. Lalu bagaimana lagi nasib orang-orang yang berbuat dosa di dunia atau berlaku zhalim kepada orang lain atau mengabaikan ibadah dan amal kebajikan?
Kalimat''menengadahkan kedua tangannya'', maksudnya berdo'a kepada Allah memohon sesuatu, namun dia tetap berbuat dosa dan melanggar aturan agama.
Kalimat''makanan haram..., maka bagaimana orang seperti ini dikabulkan do'nya'', maksudnya bagaimana orang yang perbuatannya semacam itu akan dikabulkan do'anya, karena dia bukanlah orang yang layak dikabulkan do'anya. Akan tetapi walaupun demikian, boleh saja Allah mengabulkan sebagai tanda kemurahan, kasih sayang dan pemberi karunia.
Wallahu a'lam biishawab
Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan khatsir...
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Kata ''thayyib (baik)'' berkenaan dengan sifat Allah, maksudnya ialah bersih dari segala kekurangan.
Hadist ini merupakan salah satu dasar dan landasan pembinaan hukum Islam. Hadist ini berisi anjuran membelanjakan sebagian dari harta yang halal dan melarang membelanjakan harta yang haram. Makanan, minuman, pakaian, dan sebagainya hendaknya benar-benar yang halal tanpa bercampur yang syubhat.
Orang yang ingin memohon kepada Allah hendaklah memperhatikan persyaratan yang tersebut pada Hadist ini. Hadist ini juga menyatakan bahwa seseorang yang membelanjakan hartanya dalam kebaikan berarti ia telah membersihkan dan menumbuhkan hartanya. Makanan yang enak tetapi tidak halal menjadi malapetaka bagi yang memakannya dan Allah tidak akan menerima amal kebajikannya.
Kalimat''kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, berambut kusut, dan berdebu'', maksudnya ialah menempuh perjalanan jauh untuk melaksanakan kebaikan seperti haji, jihad, dan perbuatan baik lainnya. Amal kebajikan tersebut tidak akan diterima oleh Allah bila yang bersangkutan makan, minum, dan berpakaian dari hasil yang haram. Lalu bagaimana lagi nasib orang-orang yang berbuat dosa di dunia atau berlaku zhalim kepada orang lain atau mengabaikan ibadah dan amal kebajikan?
Kalimat''menengadahkan kedua tangannya'', maksudnya berdo'a kepada Allah memohon sesuatu, namun dia tetap berbuat dosa dan melanggar aturan agama.
Kalimat''makanan haram..., maka bagaimana orang seperti ini dikabulkan do'nya'', maksudnya bagaimana orang yang perbuatannya semacam itu akan dikabulkan do'anya, karena dia bukanlah orang yang layak dikabulkan do'anya. Akan tetapi walaupun demikian, boleh saja Allah mengabulkan sebagai tanda kemurahan, kasih sayang dan pemberi karunia.
Wallahu a'lam biishawab
Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan khatsir...
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Lokasi:
Mojokerto, Mojokerto
Langganan:
Postingan (Atom)