Kamis, 06 September 2012
KEBAJIKAN ITU KELUHURAN AKHLAQ Assalamualaikum wr wb Bissmillahirrohmaanirrohiim Dari An Nawas bin Sam'an ra, dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda: ''Kebajikan itu keluhuran akhlaq sedangkan dosa adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya.'' (HR. Muslim) Dan dari Wabishah bin Ma'bad ra, ia berkata: '' Aku telah datang kepada Rasulullah saw, lalu beliau bersabda: ''Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?'' Aku menjawab: ''Benar''. Beliau bersabda: ''Mintalah fatwa dari hatimu. Kebajikan itu adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati; dan dosa itu adalah apa-apa yang meragukan jiwa dan meresahkan hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.'' (HR. Ahmad dan Darimi, Hadist hasan) Saudaraku yang dimulyakan Allah, sabda beliau ''Kebajikan itu keluhuran akhlaq'', maksudnya ialah bahwa keluhuran akhlaq adalah sebaik-baik kebajikan, sebagaimana sabda beliau:'' Haji adalah Arafah,'' Adapun kebajikan adalah perbuatan yang menjadikan pelakunya menjadi baik, selalu berupaya mengikuti orang-orang yang berbuat baik, dan taat kepada Allah yang Maha Mulia lagi maha Tinggi. Yang dimaksud dengan berakhlaq baik yaitu jujur dalam bermuamalah, santun dalam berusaha, adil dalam hukum, bersungguh-sungguh dalam berbuat kebajikan, dan beberapa sifat orang2 mukmin yang Allah sebutkan di dalam surah Al Anfal: ''Orang-orang mukmin yaitu orang-orang yang ketika nama Allah disebut, hati mereka gemetar, dan ketika ayat-ayat-Nya dibacakan kepada mereka, iman mereka makin bertambah; dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (Yaitu) mereka yang melaksanakan shalat dan mengeluarkan infaq dari sebagian harta yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar mukmin.'' ( Al Anfaal (8) ayat 2-4 ) Dan firman-Nya: ''Orang-orang yang bertobat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang mengembara (di jalan Allah), yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan berbuat yang mungkar, serta yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang Mukmin itu.'' (At Taubah (9) ayat 112 ) Dan firman-Nya: ''Sungguh beruntung orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sholatnya, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau terhadap budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari selain dari itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang diberikan kepadanya) dan janjinya; dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yaitu) mewarisi (surga) Firdaus, mereka kekal di dalamnya.'' (Al Mukminun (23) ayat 1-10 ) Dan firman-Nya: ''Hamba-hamba Tuhan yang Maha Pengasih adalah mereka yang berjalan di atas bumi dengan rasa rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka menanggapinya dengan kata-kata yang baik.'' (Al Furqan (25) ayat 63) Saudaraku yang dirahmati Allah, barang siapa yang merasa belum jelas mengenai sifat dirinya, maka hendaklah bercermin pada ayat-ayat tersebut. Dengan adanya semua sifat itu pada dirinya pertanda bahwa dia berakhlaq baik. Sebaliknya, jika semuanya tidak ada pada dirinya pertanda dia berakhlak buruk. Bila terdapat sebagian saja, maka hendaklah ia bersungguh-sungguh memelihara yang ada itu dan mengupayakan yang belum ada padanya. Janganlah seseorang menganggap bahwa akhlaq yang baik itu hanyalah bersifat lemah lembut kepada orang lain dan meninggalkan perbuatan-perbutan keji dan dosa saja, sebaliknya orang yang tidak seperti itu dianggap rusak akhlaqnya. Akan tetapi, yang disebut akhlaq baik yaitu seperti yang telah kami sebutkan mengenai sifat-sifat orang mukmin dan perilaku mereka. Termasuk akhlaq baik ialah sabar menghadapi gangguan dalam menjalankan agama. Dalam Hadist riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa ada seorang Arab gunung menarik selendang sutera Rasulullah saw sehingga membekas pada bahu beliau, dan orang itu berkata: ''Wahai Muhammad, serahkanlah kepadaku harta Allah yang ada di tanganmu.'' Kemudian Nabi Muhammad saw menoleh kepada orang itu, beliau kemudian tertawa dan menyuruh untuk memberi kepada orang itu. Sabda Rasulullah saw ''dosa adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya'' maksudnya adalah perbuatan yang ditolak oleh hati nurani. Ini merupakan suatu pedoman untuk membedakan antara dosa dan kebaikan. Dosa menimbulkan keraguan dalam hati dan tidak senang jika orang lain mengetahuinya. Yang dimaksud dengan ''orang lain'' disini adalah orang-orang baik, bukan orang-orang yang telah rusak akhlaqnya. Demikianlah yang disebut dosa, karena itu tinggalkanlah perbuatan tersebut. Wallaahu a'lam biishawab Barakallah fikum wa jazakumullah khairan khatsira. Wassalamualaikum wr wb,,,,
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar