Senin, 03 September 2012

AGAMA ADALAH NASIHAT Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Bissmillaahirrohmaanirrohiim Dari Abu Ruqayyah Tamiin bin Aus Ad Daari ra, sesungguhnya Nabi Muhammad saw telah bersabda: ''Agama itu adalah nasihat.'' Kami bertanya: ''Untuk siapa?'' Sabda Beliau: ''Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim.'' (HR. Muslim) Saudaraku yang dimulyakan Allah, kata ''nasihat'' merupakan sebuah kata singkat penuh isi, maksudnya ialah segala hal yang baik. Dalam bahas Arab tidak ada kata lain yang pengertiannya setara dengan kata''nasihat'', sebagaimana disebutkan oleh para ulama Bahasa Arab tentang kata ''al fallaah'' yang tidak mepunyai padanan setara, yang mencakup makna kebaikan dunia dan akhirat. Kalimat ''agama adalah nasihat'' maksudnya adalah sebagai tiang dan penopang-penopang agama, sebagaimana halnya sabda Nabi Muhammad saw: ''haji adalah Arafa'', maksudnya wukuf dl 'Arafah adalah tiang dan bagian terpenting haji. Tentang penafsiran kata ''nasihat'' dan berbagai cabangnya, Khathabi dan ulama-ulama lain mengatakan : Pertama, nasihat untuk Allah, maksudnya beriman semata-mata kepada-Nya, menjauhkan diri dari syirik dan sikap ingkar terhadap sifat-sifat-Nya, memberikan kepada Allah sifat-sifat sempurna dan segala keagungan, menyucikan-Nya dari segala sifat kekurangan, menaati-Nya, menjauhkan diri dari perbuatan dosa, mencintai dan membenci sesuatu semata-mata karena-Nya, berjihad menghadapi orang-orang kafir, mengakui dan bersyukur atas semua nikmat-Nya, berlaku ikhlas dalam segala urusan, mengajak melakukan segala hal-hal yang baik sebagaimana tersebut diatas, menganjurkan orang lain untuk berbuat semacam itu, dan sikap lemah-lembut kepada sesama manusia. Khathabi berkata: ''Secara prinsip, sifat-sifat baik tersebut kebaikannya kembali kepada pelakunya sendiri, karena Allah tidak memerlukan kebaikan dari siapa pun.'' Kedua, nasihat untuk kitab-Nya maksudnya adalah beriman kepada firman-firman Allah dan diturunkan-Nya firma-firman itu kepad rasul-Nya, meyakini bahwa itu semua tidaklah sama dengan perkataan manusia dan tidak pula dapat dibandingkan dengan perkataan siapa pun, kemudian menghormati firman Allah, mebacanya dengan sunggu-sungguh, melafazhkannya dengan baik dengan sikap rendah hati dalam mebacanya, menjaga dari takwilan orang-orang yang menyimpang, membenarkan segala isinya, mengikuti hukum-hukumnya, memahami berbagai macam ilmunya dan kalimat-kalimat perumpamaannya, mengambilnya sebagai pelajaran, merenungkan segala keajaibannya, mengamalkan dan menerima apa adanya tentang ayat-ayat mutasyabih, mengakui ayat-ayat yang bersifat umum, dan mengajak manusia pada hal-hal sebagaimana tersebut di atas dalam mengimani kitabullah. Ketiga, nasihat untuk rasul-Nya maksudnya membenarkan ajaran-ajarannya, mengimani semua yang dibawanya, menaati perintah dan larangannya, mebelanya semasa hidup maupun sesudah matinya, melawan para musuhnya, membela para pengikutnya, menghormati haknya, memuliakannya, menghidupkan sunnahnya, mengikuti seruannya, menyebarluaskan tuntunannya, tidak menuduhnya melakukan hal yang tidak baik, menyebarluaskan ilmunya dan memahami segala arti dari ilmu-ilmu itu, mengajak manusia kepada ajarannya, berlaku santun dalam mengajarkannya, mengagungkannya dan berlaku baik ketika membaca sunah-sunahnya, tidak membicarakan hal-hal yang tidak diketahuinya tentang sunnahnya, memuliakan para pengikut sunnahnya, meniru akhlak dan kesopanannya, mencintai keluarganya, para sahabatnya, meninggalkan orang yang melakukan perkara bid'ah dan orang yang tidak mengakui salah seorang shahabat beliau dan lain sebagainya. Keempat, nasihat untuk para pemimpin umat Islam, maksudnya ialah menolong mereka dalam kebenaran, menaati perintah mereka dan memperingatkan kesalahan mereka dengan lemah lembut, memberitahu mereka jika mereka lupa, memberitahu kepada mereka apa yang menjadi hak-hak kaum muslim, tidak melawan mereka dengan senjata, mempersatukan hati umat untuk taat kepada mereka, dan makmum shalat di belakang mereka, berjihad bersama mereka dan mendo'akan mereka. Kelima, nasihat untuk seluruh kaum muslim selain penguasa, maksudnya ialah memberikan bimbingan kepada mereka apa yang dapat memberikan kebaikan bagi mereka dalam urusan dunia dan akhirat, memberikan bantuan kepada mereka, menutup aib cacat mereka, menghindarkan mereka dari hal-hal yang membahayakan dan mengusahakan kebaikan bagi mereka, menyuruh mereka berbuat ma'ruf dan mencegah mereka dari kemungkaran dengan sikap santun dan ikhlas, kasih sayang kepada mereka, memuliakan yang tua dan menyayangi yang muda, memberikan nasihat yang baik kepada mereka, menjauhi kebencian dan kedengkian, mencintai sesuatu yang menjadi hak mereka seperti mencintai sesuatu yang menjadi miliknya sendiri, tidak menyukai sesuatu yang tidak mereka sukai sebagaimana yang ia sendiri tdk menyukainya, melindungi dan menjaga mereka. Wallahu a'lam biishawab Wassalamu'alaikum wr wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar