Senin, 27 Agustus 2012

~¤> ISTIQAMAH <¤~ Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Bissmillaahirrohmaanirrohiim Dari Abu'Amr- atau Abu 'Amrah- , Sufyan bin 'Abdullah ra , ia berkata: ''Aku telah berkata: ''Wahai Rassulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam, suatu perkataan yang aku tak akan dapat menanyakannya kepada seseorang pun kecuali kepadamu.'' Bersabdalah Rasulullah saw : ''Katakanlah: Aku telah beriman kepada Allah, kemudian beristiqamalah kamu.'' (HR. Muslim) Saudaraku yang dirahmati Allah, kalimat ''katakanlah kepadaku tentang Islam, suatu perkataan yang aku tak akan dapat menanyakan kepadaku seorang pun kecuali kepadamu,'' maksudnya adalah ajarkanlah kepadaku satu kalimat yang pendek, padat berisi tentang pengertian Islam yang mudah saya mengerti, sehingga saya tidak lagi perlu penjelasan orang lain untuk menjadi dasar saya beramal. Maka Rasulullah saw menjawab: ''Katakanlah: '' Aku telah beriman kepada Allah, kemudian beristiqamalah kamu.'' Ini adalah kalimat pendek, padat berisi yang Allah berikan kepada Rasulullah saw. Dalam dua kalimat ini telah terpenuhi pengertian iman dan islam secara utuh. Beliau menyuruh orang tersebut untuk selalu memperbaruhi imannya dengan ucapan lisan dan mengingat dalam hati, serta menyuruh dia secara teguh melaksanakan amal-amal shalih dan menjauhi semua dosa. Hal ini karena seseorang tidak dikatakan istiqamah jika ia menyimpang walaupun hanya sebentar. Hal ini sejalan dengan firman Allah: ''Sesungguhnya mereka yang berkata : Allah adalah Tuhan kami kemudian mereka istiqamah...'' (Fushshilat (41) ayat 30) yaitu iman kepada Allah semata-mata kemudian hatinya tetap teguh pada keyakinannya itu dan taat kepada Allah sampai mati. 'Umar bin Khaththab berkata: ''Mereka (para sahabat) istiqamah demi Allah dalam menaati Allah dan tidak sedikitpun mereka itu berpaling, sekalipun seperti berpalingnya musang.'' Maksudnya, mereka lurus dan teguh dalam melaksanakan sebagian besar ketaatannya kepada Allah, baik dalam keyakinan, ucapan, maupun perbuatan dan mereka terus-menerus berbuat begitu (sampai mati). Demikianlah pendapat sebagian besar para mufasir. Inilah makna Hadist tersebut, Insya Allah. Begitu pula firman Allah: ''Maka hendaklah kamu beristiqamah seperti yang diperintahkan kepadamu.'' (Huud (11) ayat 112) Menurut Ibnu 'Abbas, tidak satu pun ayat Al Qur'an yang turun kepada Nabi Muhammad saw yang dirasa lebih berat dari ayat ini. Oleh karena itu, Nabi Muhammad pernah bersabda: ''Aku menjadi beruban karena turunnya Surat Huud dan sejenisnya.'' (HR. Thabrani, dlm kitab Al Mu'jam Al Kabii) Abdul Qasim Al Qusyairi berkata: ''Istiqamah adalah satu tingkatan yang menjadi penyempurna dan pelengkap semua urusan. Dengan istiqamah, segala kebaikan dengan semua aturannya dapat diwujudkan.Orang yang tidak istiqamah di daam melakukan usahanya, pasti sia-sia dan gagal.'' Ia berkata pula:''Ada yang berpendapat bahwa istiqamah itu hanyalah bisa dijalankan oleh orang-orang besar, karena istiqamah adalah menyimpang dari kebiasaan, menyalahi adat dan kebiasaan sehari-hari, teguh di hadapan Allah dengan kesungguhan dan kejujuran. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw bersabda: ''Istiqamalah kamu sekalian, maka kamu akan selalu diperhitungkan orang.'' (HR. Ibnu Majah, no 273) Al Washiti berkata:''Istiqamah adalah sifat yang dapat menyempurnakan kepribadian seseorang dan tidak adanya sifat ini rusaklah kepribadian seseorang.'' Wallaahu a'lam biishawab . Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan khatsiran. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. ~¤¤ GL ¤¤~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar